Kebumen (16/7). DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Kebumen kembali menggelar pelatihan keterampilan pangkas rambut secara gratis pada Minggu, 29 Juni 2025. Kegiatan yang berlangsung di Aula Sekretariat DPD LDII, Jalan Karangsambung, Mertokondo, Kebumen, ini menyasar generasi muda usia SMA hingga dewasa sebagai bagian dari upaya mencetak generasi yang mandiri dan produktif.
Sebanyak 70 peserta mengikuti pelatihan dengan penuh semangat. Kegiatan ini menjadi agenda rutin DPD LDII Kebumen yang digelar dua kali dalam setahun, sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian generasi muda.
Ketua PC LDII Kecamatan Kebumen Iriyanto menyampaikan apresiasi atas antusiasme para peserta dan semangat panitia yang telah mempersiapkan acara dengan baik. “Pelatihan ini adalah langkah konkret untuk membekali generus dengan keterampilan. Jika mereka sudah punya kemampuan, kelak setelah menikah tak perlu bingung cari kerja. Mereka justru bisa membuka usaha sendiri,” ujar Iriyanto.
Senada dengan Iriyanto, Ketua Dewan Penasehat LDII Kabupaten Kebumen, Sayid Raden Hamka Gus Septadi. Ia menegaskan bahwa pelatihan ini sejalan dengan misi besar LDII dalam mencetak generasi religius, mandiri, dan profesional.
“Kemandirian ekonomi itu penting, terutama di era yang makin kompetitif seperti sekarang. Dengan bekal keterampilan, generus bisa mencari maisyah sendiri, bukan bergantung pada orang lain,” ujar Gus Septadi.
Ia juga menekankan bahwa keterampilan praktis seperti pangkas rambut ini bukan hanya soal keahlian teknis, tetapi juga bentuk kemandirian yang relevan dengan kebutuhan zaman. Gus Septadi berharap, ke depan semakin banyak kegiatan serupa yang mampu memotivasi generasi muda untuk terus belajar, berkembang, dan tidak mudah menyerah dalam meraih masa depan yang lebih baik.
“Menurut kami, generasi muda perlu dibekali lebih dari sekadar pengetahuan formal. Keterampilan yang langsung bisa dipraktikkan akan membantu mereka lebih siap menghadapi tantangan hidup.
DPD LDII Kebumen berharap pelatihan ini tidak sekadar menambah keahlian teknis, “Lebih dari itu, keterampilan pangkas rambut bisa menjadi pintu rezeki yang halal dan berkah, serta bentuk ikhtiar membangun kemandirian ekonomi di tengah tantangan zaman,” pungkasnya. (LINES Kebumen/FW)