Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Artikel

Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

2026/03/12
in Artikel
0
Ketua DPP LDII Bidang EPM Ardito Bhinadi pada pembukaan Workhsop Generasi Tangguh Finansial Dari Literasi Keuangan ke Bisnis Online Kreatif. Foto: LINES.

Ketua DPP LDII Bidang EPM Ardito Bhinadi pada pembukaan Workhsop Generasi Tangguh Finansial Dari Literasi Keuangan ke Bisnis Online Kreatif. Foto: LINES.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Jakarta (12/3). Perang di Timur Tengah, tidak hanya terjadi di medan tempur, tetapi juga berdampak hingga ke dapur rumah tangga. Untuk merespon berbagai dampak tersebut, Ketua DPP LDII, Ardito Bhinadi mengajak keluarga untuk membangun ketahanan pangan, keuangan, energi dan sosial.

“Lonjakan harga energi dan gangguan perdagangan global dapat memicu inflasi dan kenaikan biaya hidup di banyak negara, termasuk Indonesia. Untuk itu, keluarga perlu membangun ketahanan pangan, keuangan, energi dan sosial sejak kini. Agar lebih siap menghadapi ketidakpastian ekonomi,” ujar Ardito pada Selasa (10/3/2026).

Dosen Ilmu Ekonomi, UPN Veteran Yogyakarta tersebut mengungkapkan, kawasan teluk merupakan penghasil minyak dan LNG dunia. “Ketika perang berlanjut, kegiatan produksi, pengolahan dan distribusi minyak dan LNG akan terganggu,” katanya.

Ardito menjelaskan, ketika Selat Hormuz ditutup, aliran perdagangan minyak dan LNG dunia akan terganggu. “Ketika produksi dan distribusi terganggu, harga minyak dan gas dunia akan melonjak. Dampaknya akan merambat ke banyak sektor,” tuturnya.

Ia menguraikan, harga BBM dan transportasi akan menjadi lebih mahal. “Harga pangan ikut terdorong naik, karena biaya pupuk, distribusi dan logistik juga naik,” imbuh Ardito.

Kemudian, barang impor akan cenderung lebih mahal, karena ongkos angkut meningkat dan nilai tukar negara berkembang, biasanya ikut tertekan saat investor mencari aset aman. “Seluruh tekanan kenaikan harga tersebut, pada akhirnya masuk ke biaya hidup rumah tangga. Seperti ongkos sekolah, kebutuhan dapur, transportasi, hingga biaya usaha kecil,” tuturnya.

Langkah pertama bagi rumah tangga, untuk menanggulangi hal tersebut, adalah dengan membangun ketahanan pangan keluarga. “Dimulai dengan menyiapkan stok pangan rumah tangga yang realistis, tahan simpan, bergizi dan biasa dikonsumsi keluarga. Dan harus diingat, prinsipnya bukan panic buying atau menimbun secara berlebihan, tetapi realistis,” ujarnya.

Ardito mengajak rumah tangga untuk menyiapkan bahan pangan pokok alternatif seperti umbi-umbian, sorgum, mie, dll, sebagai bagian ketahanan pangan. Konsep ketahanan rumah tangga tidak hanya menyiapkan stok makanan, tetapi stok kebutuhan dasar keluarga. “Prinsip penyediaannya dengan membeli secara bertahap. Menyimpan secukupnya dan gunakan sistem first in, first out (FIFO), yaitu, yang lebih dahulu dibeli, harus lebih dahulu digunakan. Dengan cara ini, keluarga punya bantalan tanpa terjebak panic buying,” imbuh Ardito.

Strategi selanjutnya, melalui ketahanan keuangan. “Siapkan dana darurat dengan angka ideal berkisar 3-6 bulan pengeluaran keluarga. Namun perlu diingat, angka ini bukan angka mutlak, tetapi standar kehati-hatian dalam manajemen keuangan keluarga,” katanya.

Logika sederhananya, jika terjadi guncangan ekonomi, pendapatan rumah tangga bisa terganggu karena omzet usaha turun, proyek tertunda, jam kerja berkurang, hingga PHK. “Di sisi lain, pengeluaran pokok tetap berjalan. Seperti makan, listrik, sekolah, transportasi, obat-obatan dan cicilan pokok,” katanya. Maka, dana darurat selama tiga bulan cocok sebagai bantalan minimal untuk keluarga dengan pendapatan relatif stabil. “Enam bulan, lebih ideal, bagi keluarga dengan pendapatan tidak tetap, misalnya, pedagang, pekerja lepas, atau rumah tangga yang hanya bertumpu pada satu pencari nafkah,” pungkas Ardito.

Dalam konteks krisis global, ia menjelaskan, masalahnya bukan hanya harga naik, tetapi ketidakpastian durasi tekanan ekonomi. “Karena itu, semakin rentan struktur pendapatan keluarga, maka semakin tebal bantalan dana darurat yang sebaiknya disiapkan,” jelasnya.

Ia menegaskan, tujuan dana darurat bukan untuk investasi atau konsumsi tambahan, melainkan untuk menjaga keluarga tetap tenang, “Tidak panik berutang, dan tidak menjual asset produktif secara tergesa-gesa ketika ekonomi sedang terguncang,” tegasnya.

Langkah selanjutnya, rumah tangga perlu memikirkan untuk mendiversifikasi penghasilan. “Usaha yang rasional, bukan usaha yang terdengar besar. Namun, usaha yang modalnya rendah, pasarnya jelas dan bisa dimulai dari keterampilan yang sudah dimiliki keluarga,” pungkasnya.

Dalam situasi yang tidak pasti, model usaha yang paling aman adalah, usaha yang menyediakan pelayanan kebutuhan sehari-hari, “Contohnya, usaha makanan rumah sederhana, katering kecil, laundry kiloan skala mikro, warung kebutuhan pokok atau penjualan ulang produk rumah tangga yang perputarannya cepat,” jelasnya.

Jika memiliki keterampilan digital, ia menyarankan untuk membukan jasa desain, admin media sosial, editing video, atau berjualan lewat marketplace. “Jika punya lahan sempit, bisa menanam tanaman pangan yang dibutuhkan sehari-hari,” katanya.

Berbicara ketahanan energi, Ardito menjelaskan, dapat dimulai dari mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, “Alihkan dengan melakukan perjalanan bersama, atau digabung dengan anggota keluarga yang lain, atau beralih menggunakan transportasi umum,” imbuhnya.

“Gunakan lampu secukupnya, matikan alat yang tidak dipakai, cabut charger, atur pemakaian AC pada suhu yang lebih hemat dan pilih peralatan yang lebih efisien. Rumah tangga perlu membangun budaya hemat, bukan pelit. Pakai energi sesuai kebutuhan, bukan sekadar kebiasaan,” tegasnya.

Menutup ajakannya, Ardito menegaskan, keluarga perlu menerapkan empat pilar utama untuk bertahan saat krisis. “Pertama, ketahanan pangan, rumah tangga mampu memastikan kebutuhan makanan pokok tetap terpenuhi walaupun harga bergejolak atau distribusi terganggu,” katanya.

Ketahanan keuangan, berarti rumah tangga mampu menjaga arus kas tetap sehat. “Melalui dana darurat, mengurangi utang konsumtif, prioritas belanja sesuai kebutuhan dan miliki sumber penghasilan tambahan,” pungkasnya.

Ketiga, ketahanan energi, “Rumah tangga, perlu memiliki energi alternatif, seperti panel surya, prilaku hemat BBM, hemat listrik, pengaturan mobilitas kegiatan harian, dan gunakan peralatan dengan efisien,” tuturnya.

Keempat, ketahanan sosial, berarti rumah tangga perlu memiliki jaringan sosial yang baik. “Baik tetangga, saudara, komunitas masjid, koperasi, kelompok pengajian, atau komunitas ekonomi. Ketahanan sosial, berupa pertukaran informasi, gotong royong, bantuan sementara hingga peluang usaha,” tutup Ardito.

Tags: AntisipasiArdito BhinadiKetahanan KeluargaKrisis Timur Tengahldii

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Dasuki on Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara
  • Dasuki on Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara
  • Ipaslamet on Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara
  • Sukimin on Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara
  • Romdhon Nasrulloh on Nasehat untuk Para Suami
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

March 11, 2026
Pesan Ketua NU di Ponpes Wali Barokah: Ramadan Melatih Kesabaran dalam Ketaatan

Pesan Ketua NU di Ponpes Wali Barokah: Ramadan Melatih Kesabaran dalam Ketaatan

March 7, 2026
Menko AHY Sebut LDII Harus Tingkatkan Peran dalam Pembangunan SDM

Menko AHY Sebut LDII Harus Tingkatkan Peran dalam Pembangunan SDM

March 6, 2026
Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

March 10, 2026
Menko AHY Sebut LDII Harus Tingkatkan Peran dalam Pembangunan SDM

Menko AHY Sebut LDII Harus Tingkatkan Peran dalam Pembangunan SDM

9
Renungan Hari 18

Renungan Hari 18

6
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

4
Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

3
Mengadu kepada Allah: Dari Ujian Menuju Kematangan Iman

Mengadu kepada Allah: Dari Ujian Menuju Kematangan Iman

March 12, 2026
Ustaz Jarir: Persungguh Ibadah 10 Malam Terakhir Ramadan Raih Keutamaan Lailatul Qadar

Ustaz Jarir: Persungguh Ibadah 10 Malam Terakhir Ramadan Raih Keutamaan Lailatul Qadar

March 12, 2026
Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

March 12, 2026
Malam Qadr dan Asal Usulnya

Malam Qadr dan Asal Usulnya

March 12, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Mengadu kepada Allah: Dari Ujian Menuju Kematangan Iman March 12, 2026
  • Ustaz Jarir: Persungguh Ibadah 10 Malam Terakhir Ramadan Raih Keutamaan Lailatul Qadar March 12, 2026
  • Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga March 12, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.