Bogor (25/3). Tim rukyatul hilal DPD LDII Kota Bogor melaksanakan pemantauan hilal untuk menentukan 1 Syawal 1447 H. Pemantauan hilal dilaksanakan di kawasan Villa Marina, Anyer, Kabupaten Serang, pada Kamis (19/3).
Sebanyak empat pemantau diterjunkan untuk mengamati hilal sebelum hingga setelah matahari terbenam. Dalam pengamatan itu, tim menggunakan alat bantu optik seperti teleskop, kamera, dan laptop untuk mendukung keakuratan hasil observasi.
Salah satu Anggota Tim Rukyatul Hilal LDII Bogor, Rudi Abdullah, menjelaskan bahwa berdasarkan perhitungan hisab, posisi hilal sebenarnya sudah berada di atas ufuk, namun masih sulit diamati, “Data menunjukkan ketinggian hilal sekitar 1,9 derajat dengan elongasi 5,7 derajat, sehingga kemungkinan terlihat sangat kecil,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi cuaca turut menjadi faktor yang mempengaruhi hasil rukyat. Meski sempat cerah, langit di lokasi pengamatan cenderung berawan, “Kondisi mendung membuat hilal tidak terlihat. Jika tidak tampak, maka bulan Ramadan dapat disempurnakan menjadi 30 hari,” jelasnya.
Pemantauan dilakukan di kawasan Pantai Marina Anyer, Banten, yang dinilai sebagai lokasi strategis untuk observasi hilal. Selain tim dari Kota Bogor, kegiatan ini juga diikuti oleh sejumlah pihak dari wilayah sekitar yang turut melakukan pengamatan.
Hasil rukyat dari lokasi tersebut selanjutnya dilaporkan sebagai bagian dari kompilasi data nasional. Penetapan awal bulan Syawal tetap mengacu pada keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat yang diselenggarakan Kementerian Agama Republik Indonesia.
Kegiatan ini menjadi wujud kontribusi LDII dalam mendukung penentuan awal bulan Hijriah secara nasional sekaligus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak terkait.












