Jombang (11/5). DPD LDII Kabupaten Jombang menggelar pelatihan jurnalistik bagi generasi muda di Ruang Training Center (TC) Yayasan Pendidikan Budi Utomo (YPBU). Kegiatan yang berlangsung, pada Sabtu (2/5/2026) tersebut menekankan pentingnya literasi digital dan kemampuan memilah informasi di tengah maraknya penyebaran hoaks di media sosial.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya LDII membekali generasi muda dengan kemampuan komunikasi dan publikasi yang baik,” jelas Ketua DPD LDII Jombang, Widodo.
Ia menjelaskan LDII Jombang memberikan ruang kepada bidang Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM), untuk menyelenggarakan pelatihan jurnalistik dengan tema memperkuat literasi media generasi muda. “Kami berharap, pelatihan yang berlangsung sehari penuh itu dapat menambah wawasan peserta mengenai dunia jurnalistik, sekaligus mendorong generasi muda berkontribusi menyampaikan informasi kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap peserta memiliki ilmu jurnalistik untuk mengkomunikasikan, menginformasikan kegiatan, dan berkontribusi kepada masyarakat tentang LDII melalui publikasi yang berstandar jurnalistik.
Menurutnya, publikasi memiliki peran penting dalam memperkenalkan kegiatan organisasi kepada masyarakat luas. “Berbagai kegiatan di tingkat PAC maupun PC perlu diinformasikan sehingga masyarakat mengetahui kegiatan yang ada di Kabupaten Jombang melalui publikasi yang baik,” ujar Widodo.
Sementara itu, Ketua Panitia, Dwi Arga Abdillah yang juga menjabat Ketua Bidang Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) DPD LDII Jombang mengatakan, pelatihan tersebut diikuti 36 generasi muda dari 21 kecamatan di Kabupaten Jombang.
“Pelatihan jurnalistik menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kemampuan generasi muda dalam memahami arus informasi digital yang semakin cepat. Selain itu, peserta juga dibekali kemampuan membuat konten informasi yang positif, edukatif, dan bertanggung jawab,” tuturnya.
Ia menjabarkan dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi dasar jurnalistik, teknik penulisan berita, hingga pemahaman tentang etika bermedia digital. “Salah satu materi disampaikan Ketua Biro KIM DPW LDII Jawa Timur, Sofyan Gani, yang membahas penulisan straight news atau berita lempang,” ujarnya.
Menurutnya, memahami unsur dasar jurnalistik itu penting, mulai dari menentukan sudut pandang berita, menyusun judul yang menarik, hingga menulis isi berita yang memiliki nilai informasi dan mudah dipahami pembaca.
Ia menegaskan, berita tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab memberikan edukasi kepada masyarakat. Karena itu, generasi muda diharapkan mampu menghasilkan karya jurnalistik yang akurat, berimbang, dan tidak memicu disinformasi.
“Di tengah derasnya arus informasi digital, generasi muda harus mampu menjadi penyampai informasi yang benar. Jangan hanya cepat menyebarkan berita, tetapi juga memahami nilai berita dan dampaknya bagi masyarakat, ” ujarnya.
Selain itu, materi teknik pengambilan gambar, video, serta teknik reportase disampaikan jurnalis JTV Syaiful Mualimin dan jurnalis tvOne Umar Sanusi.
Keduanya memberikan pemaparan sekaligus praktik langsung mengenai proses kerja jurnalistik, mulai dari wawancara narasumber, pengambilan gambar di lapangan, hingga penyusunan laporan berita. “Keterampilan dasar jurnalistik penting dalam proses produksi berita di tengah perkembangan media saat ini,” ujar jurnalis JTV, Syaiful Mualimin.
Ia menerangkan seorang jurnalis harus mampu menggali informasi dari lapangan, memverifikasi, lalu menyajikannya secara jelas dan berimbang.













