Jakarta Timur (7/4). Talkshow inspiratif dalam ajang Generus Festival (GenFest) menghadirkan mantan atlet pencak silat nasional, Eka Yulianto, sebagai pembicara. Kegiatan bertema “Mental Juara Seutuhnya: Kuat Mental, Kokoh Iman” tersebut dimoderatori oleh Agsha Intan Aulia.
Dalam paparannya, Eka menegaskan bahwa kesuksesan tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang dan penuh pengorbanan. “Atlet profesional itu punya target. Tujuan latihan harus jelas,” ujarnya.
Ia mengawali kisahnya dari kegagalan saat bercita-cita menjadi pesepak bola. Ia mengaku beberapa kali tidak lolos seleksi meski merasa memiliki kemampuan yang cukup. “Saya beberapa kali ikut seleksi, tapi gagal. Dari situ saya belajar bahwa jalan setiap orang berbeda,” katanya.
Setelah lulus SMA, Eka memutuskan menekuni pencak silat dengan bergabung di perguruan Persinas ASAD. Di bawah bimbingan pelatih Antong Samijo, ia menjalani latihan secara disiplin hingga mulai menorehkan prestasi sejak 2007. “Itu menjadi titik balik. Saya merasa ini jalan yang diberikan Allah,” ujarnya.
Kariernya kemudian berkembang pesat dengan meraih juara di berbagai ajang, mulai dari tingkat daerah hingga nasional. Ia bahkan tampil di level internasional seperti kejuaraan Asia dan turnamen di Belgia. “Dari situ saya belajar bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil,” katanya.
Namun, perjalanan tersebut tidak lepas dari tantangan, termasuk cedera serius menjelang pertandingan. Meski demikian, ia memilih tetap bertanding. “Saya ingin membuktikan bahwa saya bisa. Kuncinya mental kuat dan tidak mudah menyerah,” ujarnya.
Eka juga menekankan pentingnya ketahanan mental dalam menghadapi kegagalan. Ia mengajak generasi muda untuk tidak berhenti mencoba. “Ketika gagal, coba lagi. Jatuh, bangkit lagi. Kalah, usaha lagi,” tuturnya.
Selain usaha, ia menegaskan peran doa sebagai bagian penting dalam setiap proses perjuangan. “Kalau kita sungguh-sungguh meminta kepada Allah, jalannya akan dipermudah,” tambahnya.
Kini, Eka melanjutkan pengabdian sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Pemuda dan Olahraga serta aktif membina atlet dan pelatih. Ia berpesan kepada generasi muda untuk berani memulai. “Mulai saja dulu. Soal hasil, itu mengikuti usaha dan doa kita,” pungkasnya. (Nisa)











