Surakarta (5/7). Ketua DPP LDII Dwi Pramono silaturahim dengan Pembina Majlis Tafsir Al Quran (MTA) Ustadz Nur Kholid Syaifullah. Dalam pertemuan yang berlangsung di kantor MTA di Surakarta pada Minggu (5/7/2026) tersebut, dua ormas Islam tersebut sepakat meningkatkan kolaborasi.
“Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus membangun kolaborasi antarlembaga demi kemaslahatan umat,” ujar Dwi Pramono.
Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban itu, kedua tokoh sepakat pentingnya mengedepankan persamaan di tengah keberagaman pandangan di kalangan umat Islam. Semangat mempererat persaudaraan dinilai menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
Dwi Pramono mengatakan, silaturahim merupakan bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan membangun sinergi antarlembaga Islam, “Ukhuwah Islamiyah harus terus dirawat melalui silaturahim dan dialog. Semangat yang perlu kami bangun adalah memperkecil perbedaan dan mempertebal persamaan agar lahir kolaborasi yang memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Menurut Dwi Pramono, hubungan antarlembaga perlu dibangun di atas nilai-nilai ta’aruf (saling mengenal), tafahum (saling memahami), ta’awun (saling menolong), dan takaful (saling menguatkan). Keempat prinsip tersebut menjadi fondasi dalam membangun kerja sama yang harmonis dan berkelanjutan.
Sementara itu, Nur Kholid Syaifullah menyambut baik silaturahim tersebut. Ia menilai komunikasi yang baik antarorganisasi Islam menjadi langkah penting untuk memperkuat persatuan umat, “Silaturahim seperti ini sangat baik untuk mempererat ukhuwah Islamiyah. Dengan saling mengenal, saling memahami, dan saling membantu, kita dapat membangun kebersamaan serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” katanya.
Melalui pertemuan tersebut, LDII dan MTA berharap komunikasi dan kerja sama dapat terus ditingkatkan dalam berbagai bidang, sehingga mampu memperkuat persaudaraan sesama umat Islam sekaligus memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa.

