Makkah (30/4). Layanan transportasi antarkota perhajian bagi jemaah haji Indonesia dipastikan siap beroperasi seiring dimulainya pergerakan jemaah dari Madinah ke Makkah. Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi, Syarif Rahman telah melakukan pengecekan langsung terhadap armada bus yang akan digunakan, Selasa (28/4/2026).
Syarif mengatakan, uji coba dilakukan untuk memastikan kelayakan serta kenyamanan bus sesuai standar yang ditetapkan. “Dari sisi standar, meskipun bus ini produksi China, namun mesinnya sudah menggunakan standar Euro. Dari sisi kenyamanan juga sudah kami nilai,” ujarnya saat meninjau langsung armada bus di Kawasan Rawaheel.
Ia menjelaskan, sejumlah fasilitas wajib telah tersedia untuk menunjang kenyamanan perjalanan jemaah. Di antaranya pendingin udara (AC) yang berfungsi optimal, ketersediaan air minum dingin, toilet di dalam bus, serta fasilitas pengisian daya (charger) di setiap kursi.
Untuk mendukung operasional haji tahun ini, Kemenhaj menyiapkan sekitar 5.000 hingga 6.000 unit bus jenis coach yang akan melayani transportasi antarkota perhajian. “Jumlah bus yang disiapkan berkisar antara lima hingga enam ribu unit untuk layanan antar kota,” jelas Syarif.
Armada tersebut mulai dioperasikan pada 30 April 2026, bertepatan dengan keberangkatan jemaah dari Madinah menuju Makkah. Selain itu, bus juga akan digunakan untuk pergerakan gelombang kedua dari Makkah kembali ke Madinah.
Menariknya, sebagian besar armada yang digunakan merupakan bus keluaran terbaru. “Bus ini model tahun 2026. Pemerintah Arab Saudi memang mengatur kuota armada setiap tahun, sehingga kendaraan yang digunakan relatif baru,” tambahnya. (Faqih/ MCH 2026)

