Rembang (1/5). DPD LDII Rembang menggelar pendidikan dan pelatihan khotbah pada 18–19 April 2026 di Masjid Baiturrosyidin, Lasem, Rembang, Jawa Tengah. Kegiatan ini diikuti 145 peserta yang terdiri dari khotib, mubalig, mubalighot, serta guru pondok di lingkungan LDII Rembang.
Pelatihan ini menjadi bagian dari program pembinaan LDII dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang dakwah. Materi yang diberikan difokuskan pada peningkatan kemampuan penyampaian khutbah Jumat dan khutbah hari raya agar lebih terstruktur, relevan, dan mudah dipahami masyarakat.
Dewan Penasehat DPD LDII Rembang, Ma’ruf Al Fatah membuka kegiatan dengan menekankan pentingnya peningkatan kompetensi para khotib. Ia menilai peran khotib tidak hanya menyampaikan materi keagamaan, tetapi juga memberikan panduan dalam kehidupan sosial.
“Khotib memiliki posisi strategis dalam membina umat. Materi yang disampaikan perlu memberikan arah dan solusi atas berbagai persoalan di masyarakat,” ujarnya.
Ma’ruf menambahkan pembinaan ini diarahkan untuk mencetak dai yang mampu berkomunikasi dengan baik dan memahami kondisi jamaah. Ia berharap peserta pelatihan dapat mengembangkan metode penyampaian yang lebih efektif.
“Kemampuan menyampaikan pesan secara jelas menjadi kunci agar khutbah dapat diterima dengan baik oleh masyarakat,” kata dia.
Ketua panitia acara, Bambang Kuswo menyampaikan pelatihan ini dirancang sebagai program berkelanjutan untuk meningkatkan kesiapan para khotib dalam menjalankan tugas dakwah. Ia menyebut kegiatan ini tidak hanya berisi teori, tetapi juga praktik langsung penyusunan dan penyampaian khutbah.
“Peserta dilatih agar mampu menyusun materi secara sistematis dan menyampaikannya dengan percaya diri di hadapan jamaah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Rembang Muhammad Arief Kamaludin menilai pelatihan ini menjadi langkah penting, dalam menjaga kualitas dakwah di lingkungan LDII. Ia berharap para peserta dapat mengaplikasikan materi yang diperoleh dalam kegiatan keagamaan di wilayah masing-masing.
“Kami ingin kualitas khutbah terus meningkat sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ucapnya.
Arief menambahkan penguatan kapasitas khotib juga berkontribusi pada pembinaan umat secara menyeluruh. Menurutnya, khutbah yang tersampaikan dengan baik dapat menjadi sarana edukasi sekaligus penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
“Melalui pelatihan ini, kami mendorong para khotib untuk menghadirkan materi yang inspiratif dan sesuai dengan kebutuhan jamaah,” ujarnya.












