Jakarta (14/5). DPP LDII bekerja sama dengan Pesantren Rumah Falak menghelat “Diklat Hisab Rukyat Angkatan II”, di Pesantren Rumah Falak, Jakarta Selatan, pada Kamis (14/5). Ketua Departemen Pendidikan, Keagamaan dan Dakwah (PKD) DPP LDII, Wilnan Fatahillah mengatakan, acara itu untuk kaderisasi dan meningkatkan kompetensi tim rukyatul hilal DPP LDII.
“Kami berharap para peserta, tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kemampuan teknis pada kegiatan rukyatul hilal. Pembinaan secara berkelanjutan ini diharapkan membuat tim rukyatul hilal DPP LDII semakin berkembang, serta mampu membantu pemerintah dalam pengambilan keputusan sidang isbat,” ujar Wilnan.
Wilnan melanjutkan, peserta dibekali teori dan praktik pengamatan hilal, “Praktik penggunaan teleskop digital, serta pengukuran arah kiblat,” imbuhnya.
Terkait pelaksanaan pelatihan tersebut, Wilnan mengungkapkan, pihaknya telah bekerja sama dengan Kemenag RI, melalui Pesantren Rumah Falak sejak tahun 2013. “Kini, LDII telah memiliki 101 tim rukyat, dengan total 465 personil, yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia,” tuturnya.
Sementara itu, Kasubdit Hisab Rukyat dan Syariah, Ditjen Bimas Islam, Kementerian Agama RI, KH Ismail Fahmi yang juga pemilik Pesantren Rumah Falak, mengapresiasi langkah LDII mengembangkan ilmu falak dan rukyat berbasis digital. “Sinergi ini strategis mendukung perkembangan hisab rukyat di Indonesia,” imbuhnya.
KH Ismail menegaskan, penguasaan ilmu falak sangat penting, agar proses rukyatul hilal dapat dilakukan dengan cepat dan minim kesalahan. “Mengingat saat ini, masih ada perbedaan metode klasik dan kontemporer dalam menentukan posisi hilal,” ujarnya.
DPP LDII telah berpartisipasi dalam sidang Isbat yang dihelat Kemenag, untuk menentukan Idul Adha dan Idul Fitri. Dengan pelatihan ini, diharapkan makin banyak tim Rukyatul Hilal LDII, yang selalu siap membantu pemerintah dalam menentukan hari-hari besar umat Islam.












