Bandar Lampung (15/5). Ketua Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya mengajak warga LDII untuk memperkuat ukhuwah atau persaudaraan untuk menjaga keutuhan bangsa. Hal itu ia katakan saat menjadi keynote speaker “Silaturahim Kebangsaan LDII Lampung”, di Gedung Serba Guna (GSG) DPW LDII Lampung, pada Kamis (14/5/2026).
“Ukhuwah Islamiyah memperkuat solidaritas umat. Ukhuwah wathaniyah mempererat persaudaraan lintas suku dan agama. Ukhuwah basyariyah menumbuhkan kepeduliaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Dody.
Menurutnya, jika tiga dimensi ukhuwah tersebut berjalan dengan harmonis, akan tercipta kohesi sosial yang kuat di tengah masyarakat. “Masyarakat tidak hanya akan hidup berdampingan, tetapi juga dapat saling mempercayai dan tolong-menolong,” tutur Dody.
Dody menegaskan, masa depan Indonesia, tidak hanya ditentukan oleh sumber daya yang dimiliki, “Tetapi juga kemampuan bangsa dalam menjaga harmoni sosial dan nilai kebangsaan,” katanya.
Ia mengungkapkan, empat pilar kebangsaan, seperti Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945 harus terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari, “Tidak hanya menjadi slogan atau retorika belaka,” kata Dody.
Sementara itu, Perwira Pembantu Madya Komunikasi Sosial (Pabandya Komsos), Kodam XXI/Radin Inten, Letkol Infanteri Angki Setiadi mengungkapkan, Indonesia menjadi negara yang besar, karena memiliki keberagaman budaya, suku dan adat istiadat. “Kemajemukan tersebut harus terus dijadikan kekuatan untuk mempererat persatuan, bukan menjadi sumber perpecahan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, lima nilai dasar bela negara yang harus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari, “Yaitu cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, setia kepada ideologi negara, rela berkorban dan memiliki kemampuan dasar bela negara,” tutur Letkol Infanteri Angki.
Ia mengatakan, rasa cinta tanah air dapat diwujudkan melalui rasa bangga sebagai bangsa Indonesia. “Hargai perbedaan dan dahulukan kepentingan bangsa, di atas kepentingan pribadi ataupun golongan,” pungkas Letkol Inf Angki.
Menutup paparannya, Letkol Inf Angki mengingatkan, Indonesia menghadapi tantangan pengaruh budaya asing, penyalahgunaan teknologi, radikalisme, dan menurunnya rasa nasionalisme. “Untuk itu, penguatan nilai-nila bela negara menjadi penting untuk membentuk pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, berintegritas dan nasionalis,” tutupnya.












