Lumajang (15/5). Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa organisasi keagamaan tidak hanya berperan dalam pembinaan nilai spiritual, tetapi juga memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Organisasi keagamaan harus meningkatkan perannya dalam membangun tatanan sosial masyarakat yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Bupati Lumajang, Indah Amperawati, saat menerima audiensi pengurus DPD LDII Kabupaten Lumajang di Ruang Mahameru, Kantor Bupati Lumajang, Jawa Timur, Senin (4/5/2026).
Indah menilai, kedekatan organisasi keagamaan dengan masyarakat menjadikannya sebagai mitra strategis dalam membangun karakter, memperkuat nilai sosial, serta mendorong kemandirian ekonomi warga. “Peran organisasi keagamaan sangat luas, tidak hanya dalam aspek keagamaan, tetapi juga dalam penguatan SDM dan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar hasilnya lebih merata dan berkelanjutan. Oleh karena itu, pemerintah daerah membuka peluang seluas-luasnya bagi organisasi keagamaan untuk terlibat aktif dalam berbagai program pembangunan.
“Kolaborasi tersebut mencakup bidang pendidikan, pelatihan, hingga pengembangan ekonomi berbasis komunitas. Sinergi ini penting agar pembangunan tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga mampu memperkuat nilai-nilai sosial dan kemandirian masyarakat,” ungkapnya.
Melalui kerja sama lintas sektor ini, organisasi keagamaan diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan ekonomi, sekaligus memperkuat ketahanan sosial di tengah masyarakat.
“Pemkab Lumajang berkomitmen untuk terus menjadi fasilitator dalam membangun kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk organisasi keagamaan, demi mewujudkan pembangunan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan,” tegas Bupati Indah.
Sementara itu Ketua DPD LDII Kabupaten Lumajang Bambang Sarwo Edi mengatakan organisasinya siap bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui program pembinaan masyarakat dan penguatan sumber daya manusia.
“Kami siap mendukung program pembangunan Kabupaten Lumajang sesuai kapasitas dan bidang pengabdian LDII,” ujar Bambang.
Bambang turut memperkenalkan delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa, meliputi kebangsaan, keagamaan, pendidikan, kesehatan herbal, ketahanan pangan dan lingkungan hidup, ekonomi syariah, pemanfaatan teknologi digital, serta energi baru terbarukan.
Menurutnya, penguatan program pengabdian itu akan diikuti pembentukan sejumlah organisasi pendukung di tingkat daerah. DPD LDII Lumajang berencana membentuk Wanita LDII, Pemuda LDII, dan Satuan Komunitas Sekawan Persada Nusantara (Sako SPN). “Pembentukan organisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi LDII bagi masyarakat Lumajang,” katanya.
Selain itu, Bambang juga melaporkan hasil Musyawarah Daerah (Musda) X LDII Lumajang serta hasil Musyawarah Nasional (Munas) X LDII yang berlangsung di Jakarta pada April 2026. Ia menyampaikan apresiasi kepada Bupati Lumajang yang hadir sekaligus membuka Musda LDII pada Februari lalu.
“Kehadiran Ibu Bupati saat Musda menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya. (kim/sof/wid)












