Mina (18/5). Koordinator Bidang Satuan Operasi Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Satop Armuzna) serta Pelindungan Jemaah PPIH Arab Saudi, Harun Arrasyid Usman, memastikan kesiapan tim khusus Mina (Timsus Mina) dalam mendukung pelayanan dan pelindungan jemaah haji Indonesia selama fase puncak ibadah haji di Mina. Hal itu ia sampaikan saat meninjau kawasan Mina, Arab Saudi, Minggu (17/5).
“Tim ini disiapkan untuk mengantisipasi tingginya mobilitas jemaah, khususnya pada fase perpindahan dari Muzdalifah menuju Mina yang dikenal sebagai salah satu titik paling krusial dalam operasional haji,” ujarnya.
Harun menjelaskan, Timsus Mina terdiri dari personel PPIH yang telah memiliki pengalaman bertugas pada musim haji sebelumnya, sehingga dinilai memahami medan, ritme operasional, serta pola pergerakan jemaah di kawasan Armuzna.
Baca Juga: DPP LDII: PPIH Harus Jadi yang Terbaik dan Utamakan Pelayanan Jemaah
“Timsus Mina ini terdiri dari personel atau petugas PPIH yang sudah pernah bertugas haji minimal satu kali. Terutama dari unsur pelindungan jemaah, mereka kami berangkatkan lebih awal pada malam 8 Zulhijah langsung menuju Mina, tidak ke Arafah,” ujar Harun.
Setibanya di Mina, para petugas langsung menempati posko strategis untuk menyambut dan memantau kedatangan jemaah, khususnya jemaah dengan skema murur yang bergerak dari Muzdalifah menuju Mina. Menurut Harun, kehadiran petugas di titik tersebut penting karena jemaah biasanya datang dalam kondisi lelah setelah menjalani rangkaian ibadah.
“Tugas pokok Timsus Mina adalah melakukan pengawasan, penyambutan, dan pemantauan jemaah yang baru datang dari Muzdalifah. Saat kedatangan itu jemaah sudah dalam kondisi lelah dan semuanya menuju Jumrah Aqabah, sehingga waktu itu sangat krusial,” katanya.
Baca Juga: Jemaah Haji Diimbau Bijak Bermedia Sosial
Ia menambahkan, potensi kepadatan dan kelelahan jemaah pada malam hari di Mina cukup tinggi, sehingga kesiapan petugas yang masih dalam kondisi prima diharapkan dapat mempercepat respons apabila ada jemaah yang membutuhkan bantuan, terutama jemaah lansia maupun yang sedang sakit. “Saya berharap pada saat itu teman-teman bisa lebih maksimal memberikan bantuan kepada jemaah kita, terutama orang tua, lansia, maupun jemaah yang sakit,” ujarnya.
Terkait penempatan jemaah Indonesia di Mina, Harun menjelaskan bahwa jemaah akan menempati beberapa zona, di antaranya zona 3 dan zona 5, yang tersebar dalam puluhan markaz. Lokasi tersebut mencakup area bawah hingga area atas kawasan Mina, menyesuaikan pembagian sektor dan skema layanan operasional.
Selain itu, Harun juga mengimbau jemaah agar mengikuti arahan petugas saat melaksanakan lontar jumrah agar tidak terjadi kepadatan arus. Khusus jemaah yang tinggal di tenda Mina dan menggunakan jalur menuju lantai atas area jamarat, ia meminta agar jemaah tidak berpindah jalur tanpa arahan petugas.
“Bagi jemaah yang tinggal di tenda Mina, ketika sudah masuk jalur lontar jumrah, jangan turun ke bawah. Ikuti arahan petugas agar arus jemaah tetap tertib dan perjalanan kembali ke tenda bisa lebih aman,” pungkasnya. (Faqihu Sholih/ MCH 2026)













