Makkah (18/5). Sekretaris Umum DPP LDII Tri Gunawan Hadi yang juga bertugas sebagai Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1447 Hijriah/2026 Masehi menyebut, pelaksanaan haji tahun ini menjadi momentum strategis bagi warga LDII untuk menunjukkan kontribusi dalam pelayanan jemaah Indonesia di Tanah Suci, Makkah, Senin (18/5).
“Warga LDII yang mendapat amanah sebagai petugas saat ini tersebar di berbagai lini pelayanan, mulai dari sektor di Madinah, Makkah, kelompok terbang, hingga embarkasi di Indonesia,” ujarnya.
Ia menilai, keterlibatan warga LDII di berbagai sektor menjadi bukti bahwa kesempatan menjadi petugas haji kini semakin terbuka bagi seluruh elemen masyarakat yang memiliki kapasitas dan lolos dalam proses seleksi.
Baca Juga: Satu Sujud Sejuta Makna, Meraih Berkah 1.000 Kali Lipat di Masjid Nabawi 🕌
“Ini satu momentum bahwa sekarang era kementerian haji cukup terbuka bagi siapa pun untuk bisa menjadi petugas haji. Dan ternyata banyak warga LDII yang berhasil mengikuti seleksi sehingga bisa ikut berkontribusi dalam pelayanan haji tahun ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan, kontribusi utama yang diharapkan dari para petugas LDII bukan sekadar hadir dalam struktur pelayanan, tetapi mampu menunjukkan kualitas kerja terbaik di tempat tugas masing-masing.
“Kami berharap petugas haji dari warga LDII ini betul-betul menjadi petugas yang baik, bahkan terbaik di daerah kerja masing-masing. Harus memberikan contoh yang baik, memberikan pengalaman yang baik bagaimana menjadi seorang petugas,” katanya.
Ia menambahkan, hal tersebut merupakan amanah, agar setiap warga LDII di manapun berada selalu mampu memberikan manfaat dan teladan kepada masyarakat. “Penugasan di Tanah Suci juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa kontribusi LDII tidak hanya dirasakan di Indonesia, tetapi juga oleh jemaah haji Indonesia di Makkah dan Madinah,” tambahnya.
Baca Juga: Terminal Ajyad Prioritaskan Kenyamanan Jemaah Lansia
Dalam menjaga profesionalisme para petugas, DPP LDII terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan para petugas di lapangan. “Arahan yang diberikan menekankan pentingnya menjaga integritas, kedisiplinan, dan loyalitas terhadap aturan yang berlaku,” urainya.
Ia juga berpesan kepada warga LDII yang ingin mengikuti jejak menjadi petugas haji pada tahun mendatang agar mulai mempersiapkan diri sejak dini, baik dari sisi pengetahuan maupun kompetensi teknis sesuai bidang tugas.
“Kalau ingin menjadi petugas haji, mulai sekarang harus belajar, memahami pelaksanaan haji dan umrah, memahami kondisi di dua kota suci, dan mempelajari tugas pokok sesuai bidang yang diminati,” jelasnya.
Baca Juga: Puskeshaj: Dampingi Jemaah yang Alami Disorientasi
Menurutnya, hal paling penting yang harus dimiliki seorang petugas adalah meluruskan niat dan menjadikan pelayanan sebagai orientasi utama. “Yang pertama harus meluruskan niat. Karena menjadi petugas haji, tugas utamanya adalah menjadi petugas. Jemaah haji ini adalah tamu Allah. Jadi orientasi utama kita adalah pelayanan,” tegasnya.
Ia optimistis, dengan niat yang lurus, integritas yang kuat, serta komitmen pelayanan yang tinggi, para petugas haji dari LDII mampu memberikan kontribusi terbaik bagi kesuksesan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. (Faqihu Sholih/MCH 2026).













