Bandung (22/5). Tim Rukyatul Hilal DPD LDII Kabupaten Bandung berpartisipasi dalam pemantauan hilal di Observatorium Bosscha, Lembang, pada Minggu (17/5/2026). Kegiatan tersebut untuk menetapkan awal Zulhijah 1447 Hijriah, sebagai penetapan pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 2026.
Tim Rukyatul Hilal DPD LDII Kabupaten Bandung Muhammad Yusuf menjelaskan, rukyatul hilal memiliki peran penting dalam memastikan penetapan awal bulan Dzulhijjah yang menjadi dasar penentuan Hari Raya Idul Adha, “Penetapan 1 Zulhijah menjadi acuan untuk menentukan 10 Zulhijah, yaitu hari pelaksanaan Idul Adha. Karena itu, pengamatan hilal sangat penting agar ibadah dapat dilaksanakan dengan tepat waktu,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Departemen Pendidikan Keagamaan dan Dakwah (PKD) DPP LDII, Wilnan Fatahillah, menyampaikan bahwa LDII turut berpartisipasi dalam pemantauan hilal di 86 titik di seluruh Indonesia.
Menurutnya, LDII juga telah bekerja sama dengan Kementerian Agama dalam pelatihan rukyatul hilal melalui Pesantren Rumah Falak sejak 2013. Saat ini, LDII memiliki 101 tim rukyat dengan total 465 anggota yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
“Partisipasi ini merupakan upaya LDII untuk menambah data referensi hasil rukyatul hilal yang dilaporkan kepada pemerintah sebagai bahan pertimbangan sidang Isbat,” katanya.
Hasil pemantauan hilal dari berbagai titik tersebut kemudian dilaporkan kepada Kementerian Agama RI sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat penetapan 1 Zulhijjah 1447 Hijriah. Pemerintah pun menetapkan Hari Raya Idul Adha 1447 H jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.












