Polewali Mandar (18/5). Warga LDII Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, Iskandar Ngani, tengah diselimuti kebahagiaan. Pasalnya, sapi peliharaannya terpilih sebagai hewan kurban bantuan kemasyarakatan (Banmas) Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk Idul Adha 1447 Hijriah.
Sapi jenis simental bernama Arjuna itu memiliki bobot mencapai 1.053 kilogram. Hewan ternak tersebut dibeli Presiden Prabowo dengan nilai Rp110 juta. Iskandar mengaku tidak menyangka sapi yang dirawatnya selama ini dapat lolos seleksi dan menjadi salah satu hewan kurban Presiden. “Alhamdulillah, saya sangat senang sekali sapi yang saya pelihara bisa dipilih sebagai hewan kurban Bapak Presiden,” kata Iskandar.
Ia menuturkan, proses seleksi hewan kurban Presiden berlangsung cukup ketat. Dari sekitar 20 ekor sapi yang diajukan di Provinsi Sulawesi Barat, hanya empat ekor yang dinyatakan memenuhi kriteria, termasuk sapi miliknya. “InsyaAllah, sapi saya akan disembelih di Masjid Jami Polewali,” ujarnya.
Perawat sapi Arjuna, Andrian Hendri Prayoga, mengatakan perawatan sapi berukuran besar memerlukan perhatian ekstra, terutama dalam menjaga kesehatan dan pola makan hewan, “Merawat sapi besar memang memiliki tantangan tersendiri. Kami harus ekstra hati-hati karena sapi dengan bobot besar rentan terserang penyakit. Nafsu makan juga harus dijaga agar tetap stabil, dan setiap pagi serta sore hari sapi dimandikan,” jelas Andrian.
Menurutnya, keberhasilan Arjuna menjadi hewan kurban Presiden tidak lepas dari perawatan intensif, pemberian pakan berkualitas, dan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Terpilihnya sapi milik warga LDII Polman tersebut menjadi kebanggaan bagi masyarakat setempat. Selain itu, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa peternak daerah mampu menghasilkan ternak berkualitas yang memenuhi standar nasional.












