Yogyakarta (22/5). DPW LDII Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengikuti rukyatul hilal penentuan awal Zulhijah 1447 Hijriah yang digelar Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY. Acara berlangsung di Pos Observasi Bulan Syekh Bela Belu, Kretek, Bantul, pada Minggu sore, (17/5/2026) tersebut merupakan pendukung sidang Isbat yang dihelat Kementerian Agama.
Pemerintah melalui sidang isbat di Auditorium HM Rasjidi, Jakarta, menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada Senin (18/5/2026). Dengan penetapan tersebut, Hari Raya Iduladha diperingati pada Rabu, 27 Mei 2026.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan keputusan diambil berdasarkan integrasi hasil hisab dan rukyat dari 88 titik pemantauan hilal di berbagai wilayah Indonesia dengan mengacu pada kriteria MABIMS, “Penetapan awal bulan dilakukan melalui pendekatan ilmiah dan pengamatan langsung di lapangan agar menjadi pedoman bersama bagi umat Islam di Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Biro Pendidikan Keagamaan dan Dakwah DPW LDII DIY, Endri Sulistyo, mengatakan tugas tim rukyat bukan sekadar memastikan hilal terlihat atau tidak terlihat, melainkan menyampaikan data pengamatan secara objektif dan dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, kejujuran dalam pelaporan hasil rukyat menjadi bagian penting dalam mendukung keputusan sidang isbat pemerintah.
“Tim rukyat berada di lapangan untuk memberikan data faktual dan kesaksian yang sesuai hasil pengamatan. Apa pun hasilnya, tujuan akhirnya tetap menjaga kebersamaan umat Islam,” katanya.
Ia juga mengingatkan perbedaan metode hisab dan rukyat tidak perlu menjadi sumber perpecahan, “Perbedaan pendekatan astronomi maupun fikih harus disikapi secara dewasa. Yang paling penting ialah persatuan umat dalam menyambut Zulhijah dan Idul Adha,” ujar Endri.












