Makkah (24//5). Amirulhaj yang dipimpin Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, meninjau kesiapan tenda jemaah haji di Arafah pada Kamis (21/5/2026). Dalam inspeksi ini, terdapat sejumlah temuan yang tidak sesuai harapan dan berpotensi merugikan jemaah.
Pria yang akrab disapa Gus Irfan itu mengatakan, salah satu temuan yang menonjol adalah jumlah bed di tenda tidak sesuai dengan lis yang ditempel di pintu masuk. Misalnya, di lis tertulis 360, tapi beda yang ada di dalam tenda ternyata hanya 320.
“Ini salah satu temuan dan saya khawatir ada temuan-temuan lain, yang mudah-mudahan tidak harus terjadi. Tapi satu persatu kita selesaikan,” kata Gus Irfan saat ditemui di Arafah, Makkah, Kamis (21/5/2026).
Baca Juga: Menko PM Cak Imin Apresiasi Skema Armuzna Kemenhaj, Optimistis Puncak Haji Berjalan Lancar
Gus Irfan mengatakan, ia telah meminta Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj, Ian Heryawan, untuk tinggal di tenda Arafah menyelesaikan masalah ini. Meski syarikah menjanjikan ada tenda cadangan, tapi Gus Irfan minta tetap harus diawasi langsung di lapangan.
Sebab, kata Gus Irfan, tahun lalu juga terjadi kasus yang sama. Tertulis 350, tapi ternyata bed yang tersedia untuk jemaah tidak sampai 300. “Saya tidak ingin tahun ini terulang kembali,” kata Gus Irfan.
Menurut Gus Irfan, tahun kemarin banyak jemaah yang tidak dapat tempat, akhirnya Pemerintah Arab Saudi memberikan bantuan tambahan tenda. “Mudah-mudahan nanti dalam lima hari kita bisa kejar semuanya yang kekurangan-kekurangannya,” ujarnya.
Baca Juga: Wamenag Sebut Perencanaan Detail Wujudkan Mimpi Jemaah
Karena itu, kata Gus Irfan, tim Kemenhaj akan memastikan agar jumlah bed dan jemaah sesuai, sehingga semua jemaah dapat tenda. “Tadi tim kita akan hitung secara manual,” tambahnya.
Selain di Arafah, kata Gus Irfan, pihaknya juga akan mengecek secara detail tenda-tenda di Mina. Sebab, di jemaah haji akan tinggal lebih lama di Mina, yakni dua hingga tiga malam, sementara di Arafah hanya semalam.
Menurut Gus Irfan, tim masih punya waktu lima hari hingga pendorong jemaah haji pada 25 Mei atau 8 Dzulhijjah. “Tim kita akan bekerja keras, tim kita kerjanya tidak melihat jam. Jadi mereka akan serius menangani,” ungkap Gus Irfan.
Selain itu, kata Gus Irfan, Amirulhaj juga meninjau fasilitas toilet. Meski lengkap dan bersih, tapi jumlahnya masih kurang karena 1 berbanding 50. Secara teknis, kata dia, belum standar.
“Tapi ini memang sementara yang bisa kita capai. Kita tadi minta, tahun depan kalau masih mau ingin kita pakai, tambahin lagi (jumlah toilet),” tutupnya. (Faqihu Sholih/ MCH 2026).












