Gunungkidul (20/7). DPD LDII Kabupaten Gunungkidul menggelar Festival Anak Sholih (FAS) 2026 diikuti ratusan generasi penerus (generus) dari jenjang PAUD, TK, hingga SD. Para peserta mengikuti berbagai cabang perlombaan keagamaan yang selama ini menjadi bagian dari pembinaan di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC).
Lomba yang diadakan di Masjid Nur Hidayatullah, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Minggu (28/6/2026) meliputi tadarus Al Quran, hafalan Al Quran, adzan, dan Dai Cilik.
Ketua DPD LDII Kabupaten Gunungkidul, Wahono Budi Rustanto, mengatakan Festival Anak Sholih merupakan salah satu program pembinaan generasi yang rutin dilaksanakan, untuk memperkuat pemahaman agama sekaligus membentuk karakter anak sejak usia dini. Menurutnya, proses pembinaan memerlukan kesinambungan agar ilmu yang diperoleh peserta dapat berkembang seiring pertumbuhan mereka.
“Festival ini menjadi salah satu sarana untuk melihat perkembangan hasil pembelajaran anak-anak. Kami ingin mereka memiliki dasar keilmuan agama yang baik, terbiasa beribadah, dan tumbuh dengan karakter yang kuat sebagai bekal menjalani kehidupan,” ujar Wahono saat membuka kegiatan.
Wahono menambahkan, Festival Anak Sholih juga menjadi bahan evaluasi terhadap kurikulum pembinaan generasi yang diterapkan di lingkungan LDII. Melalui kegiatan tersebut, pengurus dapat memetakan perkembangan kemampuan peserta, sekaligus menyusun langkah perbaikan agar proses pembelajaran semakin efektif.
“Pembinaan tidak berhenti pada penyelenggaraan lomba. Hasil kegiatan ini menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pengajaran, sehingga anak-anak memperoleh pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan mereka,” katanya.
DPD LDII Kabupaten Gunungkidul berharap kegiatan ini terus menjadi bagian dari pembinaan generasi penerus yang berkelanjutan. “Melalui sinergi antara keluarga, pengurus, dan masyarakat, LDII berupaya melahirkan generasi yang memiliki pemahaman agama yang baik, berkarakter luhur dan mandiri,” tutupnya.

