Jakarta (1/7). Memasuki hari operasional ke-71 penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M pada Selasa (30/6/2026), Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memfokuskan pelayanan kepada sekitar lima persen jemaah haji Indonesia yang masih berada di Madinah. Meskipun mayoritas jemaah telah kembali ke Tanah Air, Kemenhaj memastikan seluruh layanan tetap diberikan secara optimal hingga proses pemulangan jemaah terakhir selesai.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff menegaskan, seluruh layanan di Madinah tetap berjalan sebagaimana mestinya. Layanan tersebut meliputi akomodasi, konsumsi, transportasi, pelayanan kesehatan, hingga bimbingan ibadah. “Kami saat ini memprioritaskan pelayanan bagi jemaah yang masih berada di Madinah agar dapat menyelesaikan rangkaian ibadah dengan tenang, nyaman, dan khusyuk sebelum kembali ke Indonesia. Meski operasional haji telah memasuki tahap akhir, komitmen pelayanan kami tetap maksimal,” ujar Maria di Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan, petugas Daerah Kerja Madinah juga telah memfasilitasi penerbitan Tasreh Raudhah bagi seluruh jemaah yang memenuhi syarat. Hingga hari ini, sebanyak 165.486 Tasreh Raudhah telah diterbitkan, terdiri atas 54.506 tasreh untuk jemaah gelombang pertama dan 110.980 tasreh bagi jemaah gelombang kedua. “Penerbitan Tasreh Raudhah bertujuan memastikan jemaah dapat melaksanakan ibadah di Raudhah secara tertib, aman, dan sesuai ketentuan yang berlaku dari otoritas Arab Saudi,” ujarnya.
Di sisi lain, proses pemulangan jemaah ke Indonesia terus berlangsung. Sampai hari operasional ke-71, sebanyak 509 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan menuju Tanah Air. Rinciannya, 267 kloter melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, dan 242 kloter melalui Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah. Secara keseluruhan, sebanyak 194.319 jemaah dan 2.011 petugas telah tiba kembali di Indonesia.
Di tingkat debarkasi, sejumlah embarkasi telah menuntaskan seluruh proses pemulangan, yakni Debarkasi Banten, Medan, Lombok, Padang, Palembang, dan Aceh. Sementara itu, Debarkasi Balikpapan, Batam, Banjarmasin, Jakarta Pondok Gede, Bekasi, Kertajati, Solo, Surabaya, Makassar, dan Yogyakarta masih melayani kedatangan jemaah hingga 1 Juli 2026.
Maria juga mengimbau seluruh jemaah yang telah kembali ke Tanah Air agar menjaga kesehatan selama masa pemulihan sekaligus mempertahankan nilai-nilai kemabruran haji dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap kemabruran haji tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi, tetapi menjadi energi untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas. Mari bersama-sama mewujudkan Tri Sukses Haji, yaitu sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi haji, serta sukses peradaban dan keadaban, sehingga nilai-nilai haji terus hidup dalam keluarga, masyarakat, bangsa, dan umat,” tutup Maria. (Faqihu Sholih/ MCH 2026)












