Kediri (2/7). DPD LDII Kabupaten Kediri melaksanakan kegiatan konsolidasi organisasi di Pondok Pesantren Nurul Huda Al Manshurin, Kediri, Jawa Timur pada Sabtu (28/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh pengurus pleno dan jajaran Pimpinan Cabang (PC) Ngasem, Mojo, dan Kras.
Tujuannya sebagai upaya penguatan karakter untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia untuk menyiapkan estafet kepemimpinan. Selian itu, kegiatan tersebut juga menjadi agenda evaluasi program, menyelaraskan arah pembinaan generasi penerus dan memaparkan perkembangan kegiatan selama satu caturwulan, sebagai bahan penyusunan program berikutnya.
“Kaderisasi tidak cukup dimaknai sebagai pergantian kepengurusan. Organisasi memerlukan generasi penerus yang memiliki kompetensi, integritas, dan karakter agar mampu menjaga kesinambungan program sekaligus menjawab tantangan zaman,” ungkap Wakil Ketua DPD LDII Kabupaten Kediri, Suwandra.
Ia menjelaskan pembinaan generasi di lingkungan LDII dibangun melalui tiga pilar, yakni pendidikan agama, pendidikan formal, dan pendidikan karakter. Ketiganya harus berjalan beriringan dalam menyiapkan generasi penerus.
“Wspek karakter, LDII menerapkan Enam Tabiat Luhur yang meliputi jujur, amanah, mujhid-muzhid atau bekerja keras dan hidup bersahaja, rukun, kompak, serta mampu bekerja sama yang baik. Nilai-nilai tersebut, menurut Suwandra, dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari agar menjadi bagian dari perilaku setiap warga,” jelasnya.
Suwandra menerangkan Enam Tabiat Luhur merupakan kebiasaan yang harus dimiliki setiap warga dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam menjalankan kewajiban beribadah kepada Allah maupun dalam berhubungan dengan sesama manusia.
“Selain penguatan karakter, komunikasi yang baik menjadi unsur penting dalam proses kaderisasi. Budaya saling menghargai dan berbicara dengan santun dinilai dapat memperkuat kepedulian antarsesama sekaligus menciptakan lingkungan pembinaan yang kondusif,” terangnya.
Ia mengungkapkan rasa kasih sayang dan kepedulian kepada sesama dapat tumbuh jika komunikasi terjalin dengan baik. Menurutnya, hal tersebut dapat terwujud jika pembiasaan berbicara yang baik, enak didengar, serta menyejukkan hati dapat dilakukan.
“Konsolidasi ini bisa beriringan dengan arah kaderisasi, yakni dengan membangun generasi yang memiliki karakter, kemampuan bekerja sama, dan tanggung jawab dalam menjalankan peran organisasi,” tutupnya.












