Gunungkidul (14/8). DPD LDII Kabupaten Gunungkidul mengerahkan lebih dari 400 warga dalam aksi kerja bakti bertajuk Bakti untuk Negeri. Kegiatan pada Sabtu, (8/8/2026) berlangsung di kawasan sungai dari sekitar kantor PLN hingga jembatan depan RSUD Wonosari.
Aksi tersebut digelar bersama Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Dinas Lingkungan Hidup, dan RSUD Wonosari untuk mengurangi timbunan sampah di sepanjang aliran sungai.
Ketua DPD LDII Gunungkidul Wahono Budi Rustanto mengatakan kegiatan Bakti untuk Negeri menjadi bagian dari program pengabdian LDII di bidang lingkungan hidup. Program tersebut telah dilaksanakan sejak tahun sebelumnya dan cakupan lokasinya terus diperluas.
“Kami ingin kegiatan ini menjadi gerakan yang berkelanjutan. Sungai merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat. Kebersihannya harus dijaga bersama,” ujar Wahono.
Wahono mengatakan pembangunan daerah perlu berjalan seiring dengan pengelolaan lingkungan yang baik. Ia mengingatkan pertumbuhan kawasan permukiman dan aktivitas masyarakat dapat meningkatkan volume sampah.

“Jangan sampai Gunungkidul semakin maju, tetapi persoalan sampah justru semakin besar. Kita perlu membangun kebiasaan memilah, mengurangi, dan mengelola sampah sejak dari lingkungan masing-masing,” katanya.
Ia menambahkan aksi tersebut selaras dengan delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa. Lingkungan hidup menjadi salah satu bidang yang terus didorong melalui kegiatan berbasis masyarakat.
“Bakti untuk Negeri bukan hanya kegiatan membersihkan sungai. Kami ingin mengajak warga melihat persoalan lingkungan secara lebih luas. Kebersihan membutuhkan kebiasaan dan kepedulian yang dilakukan secara rutin,” ujar Wahono.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengapresiasi keterlibatan LDII dalam kegiatan tersebut. Menurut Endah, LDII menjadi salah satu organisasi keagamaan yang aktif mengajak pemerintah daerah terlibat langsung dalam kegiatan kerja bakti berskala besar.
“Hari ini lebih dari 400 anggota LDII turun bersama pemerintah daerah. Ini menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui aksi bersama,” kata Endah. Ia berharap kegiatan serupa dapat mendorong organisasi masyarakat lain untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan.
Endah mengatakan persoalan sampah tidak dapat diselesaikan pemerintah seorang diri. Masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah sampah masuk ke sungai dan menjaga kebersihan ruang publik.

“Sungai harus kita rawat karena sampah yang menumpuk dapat mengganggu aliran air dan menimbulkan persoalan bagi masyarakat. Kerja bakti seperti ini menjadi pengingat untuk menjaga lingkungan setiap hari,” ujarnya.
Menurut Endah, kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi bagian dari pengamalan nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengajak masyarakat tidak membatasi ibadah pada aktivitas di tempat ibadah.
“Ibadah juga dapat diwujudkan dengan menjaga kebersihan lingkungan. Ketika kita membersihkan sungai dan mencegah sampah menimbulkan masalah bagi orang lain, kita sedang melakukan kebaikan yang manfaatnya dirasakan bersama,” katanya.

