Surakarta (11/7). DPD LDII Kota Surakarta berkolaborasi dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Surakarta dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Solo Technopark untuk membekali generasi muda menghadapi dunia kerja melalui Pengajian Usia Mandiri. Kegiatan yang mengusung tema “Ilmu, Iman, Aksi, Mandiri” itu digelar di Masjid Baitul A’la, Minggu (28/6/2026), dan diikuti ratusan generasi muda LDII dari berbagai kecamatan di Kota Surakarta.
Berbeda dengan pengajian pada umumnya, kegiatan tersebut memadukan pembinaan keagamaan dengan penguatan kompetensi kerja. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai peluang kerja, peningkatan keterampilan, pengembangan produktivitas, hingga kewirausahaan dari narasumber Disnaker Kota Surakarta dan Solo Technopark.
Ketua DPD LDII Kota Surakarta, Muhammad Zain, mengatakan program Pengajian Usia Mandiri merupakan bentuk kontribusi LDII dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus mempersiapkan generasi muda memasuki dunia kerja.
“Melalui kegiatan ini kami ingin membekali generasi muda dengan dua fondasi utama, yakni profesionalisme dan religiusitas. Sebelum memasuki dunia kerja, mereka harus memiliki pemahaman agama yang kuat agar mampu bekerja secara jujur, amanah, disiplin, menepati janji, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Menurut Muhammad Zain, pembinaan tidak hanya sebatas memberikan informasi mengenai lowongan pekerjaan, tetapi juga membuka akses pelatihan yang sesuai dengan minat dan kebutuhan peserta.
“Anak-anak yang memiliki ketertarikan pada bidang tertentu, seperti pemasaran, bisnis digital, maupun bidang teknis lainnya, kami arahkan mengikuti pelatihan yang relevan. Harapannya mereka memperoleh kompetensi yang benar-benar dibutuhkan di dunia kerja maupun usaha,” katanya.
Ia menambahkan, peserta didorong mengikuti setiap pelatihan hingga tuntas agar kompetensi yang diperoleh dapat diterapkan secara optimal, “Pelatihan yang kami fasilitasi sebagian besar tidak dipungut biaya. Karena itu peserta harus memiliki komitmen menyelesaikannya sampai selesai sehingga hasilnya maksimal,” ujarnya.
Selain mempersiapkan generasi muda memasuki dunia kerja formal, LDII juga memberikan perhatian pada pengembangan kewirausahaan. Menurutnya, semakin banyak generasi muda LDII yang mulai mengembangkan usaha, terutama di sektor ekonomi digital.
“Saat ini cukup banyak generasi muda LDII yang telah menjalankan usaha secara mandiri, terutama di sektor digital seperti penjualan produk fesyen, sepatu, hingga berbagai bisnis berbasis online. Setelah mereka mampu berusaha, tahap berikutnya adalah meningkatkan kapasitas, mulai dari pengelolaan keuangan, pengembangan usaha, hingga strategi memperluas pasar,” jelasnya.
Sementara itu, narasumber dari Disnaker Kota Surakarta memberikan materi mengenai peluang kerja, peningkatan produktivitas, serta pentingnya menguasai kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Adapun tim Solo Technopark memperkenalkan berbagai program pelatihan vokasi dan peningkatan keterampilan yang dapat dimanfaatkan generasi muda untuk meningkatkan daya saing.
Melalui kolaborasi tersebut, DPD LDII Kota Surakarta berharap lahir generasi penerus yang tidak hanya memiliki kompetensi profesional, tetapi juga berakhlakul karimah, mandiri, dan siap berkontribusi dalam pembangunan bangsa melalui dunia kerja maupun kewirausahaan

