Yogyakarta (11/7). Menjelang pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) 2026, DPW LDII Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan audiensi dengan Pemerintah Daerah DIY. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat D Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda DIY, Senin (22/6/2026).
Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara LDII dan pemerintah, dalam mendukung pembangunan daerah melalui penguatan sumber daya manusia, lingkungan, dan kehidupan sosial keagamaan.
Audiensi diterima Kepala Biro Kesra Setda DIY, Faishol Muslim, didampingi Kepala Bagian Bina Mental Spiritual, perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, serta jajaran terkait. Sementara itu, rombongan DPW LDII DIY terdiri dari Dewan Penasehat DPW LDII DIY, Ardito Bhinadi didampingi jajaran pengurus harian.
Dalam kesempatan tersebut, Ardito Bhinadi mengatakan LDII terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah sebagai bagian dari kontribusi organisasi dalam pembangunan masyarakat, “LDII memandang pembangunan tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga pembangunan karakter, moral, dan spiritual masyarakat. Karena itu, kami ingin terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah DIY dalam berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ujar ekonom Universitas Veteran Yogyakarta tersebut.
Pada audiensi itu, DPW LDII DIY juga menyampaikan rencana pelaksanaan Muswil yang akan digelar pada 25–26 Juli 2026 di Gedung Serbaguna Mantrijeron (GSM), Yogyakarta. Muswil mengusung tema “Penguatan SDM Profesional Religius untuk Mewujudkan Ketahanan Lingkungan dan Budaya dalam Mendukung Panca Mulia Daerah Istimewa Yogyakarta” dan akan diikuti sekitar 200 peserta dari seluruh kabupaten dan kota di DIY.
Menurut Ardito, tema tersebut selaras dengan program pengabdian LDII di berbagai bidang, mulai dari kebangsaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi syariah, ketahanan pangan dan lingkungan, dakwah, teknologi digital, hingga energi baru dan terbarukan.
Salah satu program yang turut diperkenalkan dalam audiensi adalah gerakan pelestarian lingkungan yang telah dijalankan LDII DIY, seperti Kyai Peduli Sampah, Sampah Jadi Jariyah, serta pembinaan Kampung Program Kampung Iklim (ProKlim) berbasis masyarakat.
Sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan, Wakil Ketua DPW LDII DIY, Agus Kurniawan, menyerahkan dua buku dokumentasi kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah dilaksanakan di Kampung ProKlim Sangurejo, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman.
Agus menjelaskan Kampung ProKlim Sangurejo bersama Kampung ProKlim Kembang di Kabupaten Kulon Progo baru saja menerima penghargaan sebagai Padukuhan Tangguh Iklim pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat DIY yang diserahkan oleh Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka KGPAA Paku Alam X.
Sementara itu, Kepala Biro Kesra Setda DIY, Faishol Muslim, mengapresiasi berbagai program pengabdian yang dijalankan LDII, dan berharap kolaborasi dengan Pemerintah Daerah DIY terus diperkuat.
“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Sinergi dengan lembaga keagamaan menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang religius, maju, dan sejahtera. Kami mengapresiasi berbagai program yang telah dijalankan LDII dan berharap kolaborasi ini terus diperkuat ke depan,” katanya.
Melalui audiensi tersebut, DPW LDII DIY berharap pelaksanaan Muswil 2026 tidak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi, tetapi juga memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam mendukung visi Panca Mulia DIY melalui pembangunan sumber daya manusia yang profesional religius, pelestarian lingkungan, serta penguatan kehidupan sosial kemasyarakatan

