Pesawaran (11/7). Badan Kesbangpol Kabupaten Pesawaran membekali peserta “Perkemahan Akhir Tahun (Permata) CAI Kabupaten Pesawaran Tahun 2026” nilai-nilai nasionalisme dan wawasan kebangsaan. Pembekalan disampaikan Kepala Badan Kesbangpol Pesawaran, Syukur, di Ponpes Babunnajah Al Munawir, Pesawaran, Lampung, pada Kamis (9/7), diikuti 120-an peserta.
“Indonesia akan memasuki usia satu abad kemerdekaan pada 2045, bertepatan dengan bonus demografi. Kondisi ini, menjadi peluang besar, jika generasi muda memiliki karakter luhur, nasionalisme yang tinggi dan wawasan kebangsaan yang kokoh,” ujar Syukur.
Syukur menjelaskan, ke depan, generasi muda menghadapi tantangan etika dan moral, rendahnya kedisiplinan, penyalahgunaan teknologi digital, penyebaran hoaks, intoleransi, radikalisme, dan lunturnya identitas nasional. “Untuk itu, penting ditanamkan nilai-nilai religius, integritas, kemandirian, gotong royong, tanggung jawab, dan disiplin. Sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan, pembangunan karakter generasi muda adalah tanggung jawab bersama. “Pemerintah berperan sebagai regulator, edukator, fasilitator dan motivator. Melalui penguatan ideologi Pancasila, pendidikan wawasan kebangsaan, peningkatan literasi digital, dan berbagai program lainnya,” kata Syukur.
Terkait pelaksanaan CAI, Camat Gedong Tataan, Darlis mengungkapkan, pemerintah mengapresiasi konsistensi LDII Pesawaran dalam membina generasi muda. “Perkemahan CAI menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian sosial dan cinta alam,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Pesawaran, Irwan menjelaskan, Perkemahan CAI merupakan agenda pembinaan generasi muda yang dilaksanakan secara berkesinambungan. “Melalui program ini, kami berupaya membentuk generasi muda yang memiliki pemahaman agama yang baik, berkarakter luhur, dan siap menghadapi tantangan kehidupan di masa depan,” tuturnya.
Irwan mengungkapkan, selama tiga hari, peserta akan diberikan materi pembinaan keagamaan, pendidikan karakter, kepemimpinan dan pengenalan lingkungan. “CAI menitikberatkan pembinaan mental, spiritual, dan pembentukan karakter. Sebagai bekal mencetak generasi muda yang profesional religius, yang diharapkan dapat berkontribusi positif bagi masyarakat,” tutupnya.

