Magetan (18/7). Satgaswil Jawa Timur Densus 88 AT Polri melaksanakan sosialisasi pencegahan paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) kepada sekitar 70 jamaah PC LDII Kecamatan Takeran. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Baitun Nasrulloh, Sawojajar, Magetan, Jawa Timur pada Senin (6/7/2026).
Sosialisasi tersebut untuk memperkuat wawasan kebangsaan, moderasi beragama, dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui sinergi dengan organisasi keagamaan, “Menjaga keamanan bangsa bukan hanya menjadi tugas aparat, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” jelas personel Satgaswil Jawa Timur, Iptu Wily Marindar.
Ia menjelaskan pencegahan paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme harus dimulai dari lingkungan terdekat. Menurutnya, melalui penguatan moderasi beragama, nilai-nilai Pancasila, serta kepedulian terhadap generasi muda, kita bersama dapat menjaga persatuan dan keutuhan NKRI.
IPTU Wily mengingatkan pentingnya peran keluarga dan tokoh agama dalam mengawasi aktivitas digital anak-anak. Menurutnya, perkembangan media sosial dan game online dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menyebarkan propaganda yang mengarah pada paham ekstrem apabila tidak diimbangi dengan literasi digital dan pengawasan yang memadai.
“Kami juga mengajak jamaah untuk terus memperkuat sikap toleransi, menjaga kerukunan, serta aktif menjadi bagian dari upaya pencegahan penyebaran paham yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan,” jelasnya.
Ia menjelaskan, Satgaswil Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat guna membangun budaya toleransi, memperkuat persatuan, dan menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman, damai, dan kondusif.

