Jakarta (16/7). Ketua DPP LDII Dwi Pramono melakukan silaturahim dengan Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Darud Dakwah wal Irsyad (PB DDI), yang juga dosen Universitas PTIQ Jakarta serta Staf Ahli Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Bidang Pencegahan, Muhammad Suaib Tahir, pada Rabu (15/7), di Universitas PTIQ Jakarta.
Pertemuan tersebut menjadi ajang mempererat ukhuwah antarlembaga sekaligus bertukar pandangan mengenai penguatan moderasi beragama, pencegahan radikalisme, dan kontribusi organisasi kemasyarakatan Islam dalam menjaga persatuan bangsa. Sebagai Staf Ahli Kepala BNPT Bidang Pencegahan, Suaib Tahir aktif memberikan edukasi kepada masyarakat serta merumuskan kontra-narasi untuk menangkal propaganda kelompok radikal.
Dalam kesempatan itu, Suaib Tahir berpesan agar LDII terus memperkuat sikap inklusif dan memperluas jalinan silaturahim dengan berbagai elemen masyarakat. Ia juga mendorong agar berbagai kontribusi LDII dalam kehidupan berbangsa dan bernegara semakin disosialisasikan kepada publik.
“LDII perlu terus memperkuat sikap inklusif dan memperluas silaturahim dengan berbagai kalangan. Selain itu, berbagai kontribusi LDII dalam pembangunan bangsa dan kehidupan bernegara perlu terus diinformasikan kepada masyarakat agar semakin dikenal secara luas,” ujar Suaib Tahir.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP LDII Dwi Pramono menyampaikan apresiasi atas masukan yang diberikan. Menurutnya, pesan tersebut sejalan dengan komitmen LDII untuk terus membangun komunikasi, kolaborasi, dan kerja sama dengan berbagai organisasi kemasyarakatan, lembaga pemerintah, maupun tokoh agama.
“Kami berterima kasih atas nasihat dan masukan dari Bapak Muhammad Suaib Tahir. Bagi LDII, silaturahim merupakan bagian dari ikhtiar membangun ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah. Karena itu, kami akan terus membuka ruang dialog dan bekerja sama dengan berbagai pihak demi kemaslahatan bangsa,” kata Dwi Pramono.
Ia menambahkan, LDII juga terus berupaya menyampaikan berbagai program pengabdian kepada masyarakat secara lebih terbuka. Menurutnya, publik perlu mengetahui kontribusi nyata organisasi dalam bidang pendidikan, dakwah, pemberdayaan masyarakat, ketahanan pangan, lingkungan hidup, hingga pembinaan generasi muda.
“Kami menyadari pentingnya menyampaikan berbagai karya dan kontribusi LDII kepada masyarakat. Bukan untuk mencari pengakuan, tetapi agar terbangun pemahaman yang utuh bahwa LDII berkomitmen menjadi bagian dari solusi bagi berbagai persoalan bangsa serta terus berkontribusi dalam menjaga persatuan, kerukunan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Dwi Pramono.
Silaturahim tersebut diharapkan semakin mempererat sinergi antara LDII dengan berbagai elemen bangsa dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan, moderasi beragama, serta upaya bersama mencegah berkembangnya paham radikal di tengah masyarakat.













