Karanganyar (17/8). LDII Kabupaten Karanganyar memperkuat kesiapsiagaan relawan menghadapi potensi bencana melalui Apel Besar Relawan LDII di halaman Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar. Kegiatan pada Minggu (2/8/2025) itu, diikuti ratusan relawan dari berbagai Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII se-Kabupaten Karanganyar.
Ketua DPD LDII Kabupaten Karanganyar Sutrima mengatakan kegiatan kerelawanan menjadi bagian dari pengabdian sosial LDII. Relawan disiapkan bukan hanya untuk turun ketika bencana terjadi, tetapi juga terlibat dalam edukasi, mitigasi, dan kesiapsiagaan masyarakat, “Relawan harus memiliki kompetensi, disiplin, integritas, dan kepedulian kepada masyarakat. Mereka harus siap membantu siapa saja tanpa membedakan latar belakang,” kata Sutrima.
Menurut Sutrima, pembinaan relawan perlu dilakukan secara berkelanjutan. Materi pelatihan tidak cukup berfokus pada kemampuan teknis. Relawan juga perlu menguasai komunikasi lapangan, koordinasi, hingga pengambilan keputusan dalam kondisi darurat.
“Kecepatan respons sangat ditentukan oleh kesiapan personel. Karena itu, kemampuan teknis harus diikuti kemampuan berkoordinasi agar penanganan di lapangan berjalan efektif,” ujarnya.
Sutrima menambahkan, kerja sama dengan BPBD Karanganyar menjadi bagian penting dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang melibatkan masyarakat. Menurut dia, kolaborasi dapat diperluas dari respons saat bencana menuju pencegahan dan pemulihan, “Kami ingin relawan memahami seluruh tahapan penanggulangan bencana. Mulai dari mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana,” katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karanganyar Sugiharjo mengapresiasi keterlibatan Relawan LDII dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Ia menilai keberadaan organisasi masyarakat dengan sumber daya relawan yang terlatih dapat memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam menghadapi kondisi darurat.
“Semakin banyak relawan yang memiliki kemampuan dan koordinasi yang baik, semakin kuat pula kemampuan daerah menghadapi bencana,” ujar Sugiharjo.
Sugiharjo mengatakan koordinasi antara BPBD dan organisasi masyarakat perlu terus diperkuat. Menurutnya, penanggulangan bencana membutuhkan keterlibatan banyak pihak karena kondisi darurat dapat terjadi di berbagai wilayah dan membutuhkan respons cepat.














