Purwakarta (27/8). Ketua DPD LDII Kabupaten Purwakarta, Susilo Agus Budiyono menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-51 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Purwakarta di Gedung Yudistira, Purwakarta, Jawa Barat. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (20/8/2026) tersebut, menjadi momentum memperkuat sinergi ulama, pemerintah, organisasi kemasyarakatan Islam, tokoh lintas agama, dan masyarakat dalam menjaga kerukunan serta persatuan.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua MUI Jawa Barat KH Aang Abdullah Zein menekankan pentingnya moderasi beragama dalam menjaga keseimbangan kehidupan beragama dan keutuhan bangsa. “Moderasi beragama mencakup komitmen kebangsaan, toleransi, penolakan terhadap kekerasan, serta sikap akomodatif terhadap budaya,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan empat prinsip kehidupan keumatan, yakni bersatu dalam akidah, berjamaah dalam ibadah, toleransi dalam khilafiyah, dan bekerja sama dalam dakwah. Prinsip tersebut menjadi pijakan untuk membangun persatuan di tengah perbedaan pandangan keagamaan.

Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Purwakarta KH. M. John Dien menekankan pentingnya kolaborasi antara ulama, pemerintah, organisasi keagamaan, dan tokoh masyarakat dalam membangun daerah. Kolaborasi tersebut diarahkan pada penguatan sumber daya manusia, pembentukan karakter, serta terciptanya kehidupan masyarakat yang aman dan harmonis.
Ketua DPD LDII Kabupaten Purwakarta, Susilo Agus Budiyono menyambut baik forum yang mempertemukan berbagai elemen keumatan dan pemerintahan tersebut. “Kehadiran LDII dalam Harlah MUI menjadi bagian dari upaya memperkuat silaturahim dan komunikasi dengan ulama, pemerintah daerah, serta organisasi keagamaan dalam menjaga kerukunan dan membangun kehidupan masyarakat yang harmonis,” tanggapnya.
Melalui momentum tersebut, LDII Kabupaten Purwakarta turut mendorong pentingnya kerja sama antarelemen masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan sosial. “Sinergi lintas organisasi dan tokoh agama diharapkan dapat terus terjalin, khususnya dalam bidang sosial, pendidikan, kemanusiaan, dan pembangunan daerah,” tutup Susilo.














