Bandung (24/8). DPD LDII Kabupaten Bandung menegaskan kesiapan bersinergi dengan pemerintah dalam mendukung program kependudukan dan pembangunan keluarga. Hal tersebut disampaikan Ketua DPD LDII Kabupaten Bandung, Didin Suyadi.
Ia menegaskan hal itu saat menghadiri acara “Fasilitasi Teknis Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja” di Rumah Aspirasi, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, organisasi kemasyarakatan Islam seperti LDII, Persis, dan Muhammadiyah, serta Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK) Kabupaten Bandung.
Ketua DPD LDII Kabupaten Bandung Didin Suyadi mengatakan, keterlibatan LDII dalam kegiatan tersebut melibatkan kader perempuan dari PPKK LDII. “Kami hadir lengkap, mulai dari DPD, PC, PAC hingga ibu-ibu PPKK LDII. Ini menunjukkan komitmen kami untuk bersinergi dan siap mendukung program pemerintah,” ujar Didin.
Menurutnya, sejumlah program yang disampaikan pemerintah memiliki keterkaitan dengan pembinaan keluarga yang selama ini dilakukan LDII, khususnya dalam membangun keluarga yang harmonis, sehat, dan berkualitas.
Sementara itu, Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Wahyuniati mengatakan pemerintah membutuhkan dukungan organisasi kemasyarakatan untuk menjangkau masyarakat hingga tingkat akar rumput.
Menurut Wahyuniati, keterbatasan pemerintah dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat membuat kemitraan dengan organisasi yang memiliki jaringan di tingkat daerah menjadi penting.
Ia menegaskan mitra kerja dapat membantu menyampaikan informasi, memberikan edukasi, serta mendukung pelaksanaan program kependudukan dan pembangunan keluarga. “Kami menyadari sebagai pemerintah itu kita tidak bisa bekerja sendiri. Kalau ada program kemitraan seperti ini kami sangat senang,” ujar Wahyuniati.
Ia juga menekankan pentingnya keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa. Menurutnya, kualitas keluarga akan turut menentukan kualitas generasi dan masa depan Indonesia.
Dalam pemaparannya, Wahyuniati menjelaskan sejumlah isu prioritas pembangunan keluarga, di antaranya pencegahan stunting melalui pemantauan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pemenuhan gizi dan kesehatan ibu serta anak, penguatan pengasuhan, hingga peningkatan keterlibatan ayah dalam tumbuh kembang anak, “1.000 hari pertama kehidupan itu adalah golden period pertumbuhan seorang anak,” jelasnya.
Ia mengajak organisasi kemasyarakatan turut mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi, kesehatan, dan lingkungan keluarga yang mendukung sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

