Bengkulu (6/9). Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Bengkulu, Nelly Allesa membuka pelatihan dasar jurnalistik. Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama DPW LDII Provinsi Bengkulu dan DPP LDII.
Pelatihan itu dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama untuk penguatan literasi digital, pada Sabtu (5/9/2026). Di hadapan 110 peserta itu, Nelly mengatakan, pelatihan jurnalistik memiliki arti penting dalam memperkuat penyebarluasan informasi kepada masyarakat.
Menurutnya, jurnalis memiliki posisi strategis dalam meneruskan informasi mengenai kebijakan dan program pemerintah kepada publik, “Dukungan LDII terhadap Pemerintah Provinsi Bengkulu dengan melatih ratusan jurnalis tentu sangat membantu pemerintah dalam penyebaran informasi. Jurnalis memiliki peran yang sangat besar untuk meneruskan kebijakan Pemerintah Provinsi Bengkulu kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai, keberadaan para jurnalis dan kontributor LDII tidak hanya bermanfaat untuk kepentingan organisasi, tetapi juga dapat menjadi mitra pemerintah menyampaikan informasi yang positif dan edukatif kepada masyarakat. “Jadi bukan hanya untuk kepentingan LDII saja, tetapi ini juga bisa membantu pemerintah untuk menyampaikan informasi positif kepada masyarakat. Ini juga membantu Tupoksi pemerintah dalam mewujudkan peningkatan sumber daya manusia yang berkualitas dalam menyampaikan informasi publik,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Diskominfotik Provinsi Bengkulu dan LDII juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS). Nelly menjelaskan, kerja sama tersebut mencakup sinergi penyebarluasan informasi positif, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan digitalisasi dalam pengelolaan informasi publik.
“Hari ini kami di Diskominfotik Provinsi Bengkulu bersama Lembaga Dakwah Islam Indonesia menandatangani kerja sama. Di dalamnya tertuang sinergisitas kegiatan yang dilakukan oleh LDII maupun Pemerintah Provinsi Bengkulu,” jelasnya.
Ia menambahkan, kolaborasi tersebut merupakan bagian dari semangat membangun Bengkulu secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
“Provinsi Bengkulu ini tidak bisa dibangun sendiri oleh pemerintah, tetapi harus dibantu oleh semua elemen, salah satunya adalah LDII. Karena itu, ini adalah niat baik bersama. Kita mulai dari sesuatu yang kecil untuk mimpi yang besar,” tutur Nelly.
LDII Dorong Jurnalis Sajikan Berita Faktual dan Edukatif

Ketua DPW LDII Provinsi Bengkulu, Merry Sasdi, menyambut baik dukungan Pemerintah Provinsi Bengkulu terhadap kegiatan pelatihan jurnalistik tersebut. “Pelatihan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kemampuan jurnalis LDII dalam menyajikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di Provinsi Bengkulu,” ujarnya.
Merry menegaskan, jurnalis LDII tidak hanya diarahkan untuk memberitakan aktivitas organisasi, tetapi juga turut mengangkat berbagai program pemerintah dan kontribusi masyarakat di Bengkulu.
“Kami ingin para jurnalis LDII mampu memberikan pemberitaan-pemberitaan yang sejuk, pemberitaan yang memberikan motivasi. Bukan hanya dalam hal dakwah, tetapi juga memberitakan bagaimana program-program pemerintah dan program masyarakat di Provinsi Bengkulu yang memberikan kebaikan,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi dengan pemerintah menjadi penting agar aktivitas jurnalistik yang dilakukan para kontributor LDII dapat memberikan kontribusi lebih luas. “Kami sangat bersyukur Pemerintah Provinsi Bengkulu memberikan dukungan dalam acara ini. Tadi sekaligus kami membahas bagaimana memperkuat sinergisitas dalam pemberitaan, bukan hanya dakwah, tetapi juga bagaimana mendukung program-program Bengkulu untuk Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPP LDII, Rulli Kuswahyudi mengatakan, pelatihan jurnalistik diperlukan untuk meningkatkan literasi media di tengah derasnya arus informasi digital. Menurutnya, tingginya penggunaan media sosial membuat masyarakat, khususnya generasi muda, semakin rentan terpapar berbagai jenis informasi.
“Berita hoaks memang masih menjadi kendala bagi kita semua. Literasi kita masih lemah, sementara generasi muda memiliki screen time yang sangat tinggi. Tugas kita bukan membiarkan masalah itu, tetapi memberikan pembekalan, mengedukasi, dan mengajak mereka untuk memahami informasi dengan lebih baik,” ujarnya.

Rulli mengatakan, tantangan jurnalistik saat ini semakin kompleks karena informasi negatif, sensasional, dan memecah belah sering kali lebih cepat mendapatkan perhatian publik. Karena itu, media perlu memperbanyak konten positif dan berkualitas.
“Di era post-truth ini, kita tidak bisa berpangku tangan. Berita yang buruk sering dianggap lebih menarik daripada berita yang baik. Orang yang berbuat baik kadang dianggap biasa, sementara sesuatu yang negatif bisa menjadi viral. Tugas kita adalah menghadirkan lebih banyak berita dan konten positif,” katanya.
Ia menilai, pelatihan jurnalistik yang digelar DPW LDII Bengkulu merupakan salah satu langkah untuk menjawab tantangan tersebut. “Ini bagian dari upaya kita melakukan pelatihan seperti ini. Kita memberikan pembekalan kepada para jurnalis agar mampu menghasilkan berita yang positif, faktual, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Rulli juga mendorong para jurnalis LDII untuk konsisten memberitakan berbagai kontribusi masyarakat. Menurutnya, karya jurnalistik dapat menjadi sarana untuk menghadirkan informasi yang lebih berimbang sekaligus menunjukkan berbagai kegiatan positif di tengah masyarakat.
“Kalau ada berita-berita negatif, jangan kita hanya sibuk menyalahkan. Kita tunjukkan dengan kontribusi, karya dan kebaikan. Berita yang positif harus terus kita naikkan. Bagaimanapun, orang baik tetap bisa memiliki hatters. Yang terpenting adalah terus berbuat baik dan meningkatkan kebaikan,” tegasnya.
Pelatihan Dasar Jurnalistik DPW LDII Bengkulu berlangsung selama tiga hari, 4–6 September 2026, dengan menghadirkan narasumber dari DPP LDII. Kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kompetensi jurnalis dan kontributor LDII dalam memproduksi berita serta konten digital yang faktual, sejuk, edukatif, dan konstruktif.













