Sumenep (16/9). Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo mengapresiasi kerja bakti nasional yang digelar DPD LDII Kabupaten Sumenep. Kerja bakti nasional bertema “Kerja Bersama, Bakti untuk Negeri” itu dihelat di Desa Paberasan, Sumenep, Jawa Timur, pada Sabtu (29/8/2026).
Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan semangat gotong royong, “Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada LDII Kabupaten Sumenep atas inisiatif dan kepeduliannya. Ruang untuk berkomunikasi dan bersilaturahmi jangan sampai kosong. Justru harus kita isi dengan kegiatan-kegiatan yang padat dan bermanfaat seperti ini,” katanya.
Bupati Sumenep menegaskan bahwa kerja bakti merupakan kegiatan rutin yang tidak hanya bertujuan membersihkan lingkungan, tetapi juga membangun kebersamaan dan memperkuat semangat gotong royong.
“Kerja bakti seperti ini memang sudah menjadi kegiatan rutin para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep setiap Jumat pagi. Kegiatan ini penting, karena di dalamnya kita tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga membangun kebersamaan,” ujar Bupati.
Ia menerangkan melaui kegiatan tersebut jalinan kebersamaan semakin kuat, semangat gotong royong akan terus terjaga, dan nilai kemerdekaan Republik Indonesia dapat diamalkan dalam kehidupan keseharian. Bupati menyebut, setiap organisasi memang diharapkan tidak memiliki aktivitas yang sama, namun bisa beraktivitas yang berbeda.
“Ada yang kerja bakti, ada yang kegiatan sosial dan sebagainya, namun tujuan akhirnya sama, yaitu bermanfaat dan menjadi harapan nyata bagi masyarakat,” ungkap Bupati Sumenep.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Sumenep, Mushaeri, menjelaskan, sebagai organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan Islam, melalui kegiatan ini bertujuan meningkatkan partisipasi dan keberdayaan masyarakat.
Ia menegaskan komitmen LDII untuk meningkatkan kualitas peradaban. Termasuk peradaban ekologis, dan memajukan serta mengembangkan mutu kehidupan masyarakat secara intensif berkelanjutan sebagai bentuk kontribusi bagi bangsa sebagaimana amanat Pasal 8 Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga LDII.
“Kontribusi tersebut diwujudkan melalui delapan klaster pengabdian LDII. Salah satunya ialah ketahanan pangan dan lingkungan, yang diarahkan untuk menjaga keberlanjutan serta mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, resik, dan indah sejalan dengan program pemerintah Indonesia ASRI,” jelasnya.
Mushaeri menegaskan bahwa kegiatan ini juga sejalan dengan visi Bupati Sumenep yaitu, Sumenep Unggul, Mandiri, dan Sejahtera. Salah satu misinya adalah Melaksanakan pembangunan berazas gotong royong dan berkearifan lokal.
“Dalam momentum Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia 2026, LDII menyelenggarakan kerja bakti secara nasional. Di Kabupaten Sumenep, kegiatan diwujudkan melalui pembersihan lingkungan yang dipusatkan di area pasar dan makam Desa Paberasan,” jelasnya.

Ia menjelaskan aksi tersebut melibatkan 125 warga LDII dengan total peserta sekitar 200 orang. Yang terbagi terbagi di 5 titik, yakni Pasar Jengara, Makam Congkop, Makam Dalem, Makam Kebun Lalang, dan Makam Gung Somar.
Ia menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Sumenep, Dinas Lingkungan Hidup, Yonif TP 931 Ksatria Jokotole Sumenep, dan Pemerintah Desa Paberasan serta masyarakat yang turut memberikan kontribusi pada kegiatan tersebut.
Sementara itu Komandan Yonif 931/Ksatria Jokotole, Mayor Inf Aditya Danang, menjelaskan kerja bakti tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI untuk selalu hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk dalam mendukung pelestarian lingkungan bersama LDII Sumenep.
“Kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui kerja bakti ini kami juga hadir membantu masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman,” ujarnya.
Aditya menjelaskan budaya gotong royong harus terus dipertahankan sebagai warisan bangsa yang mampu memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Ia juga menambahkan, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci penting dalam menciptakan lingkungan yang lestari dan berkualitas.














