Karawang (15/9). DPD LDII Kabupaten Karawang mengikuti kegiatan Harmoni Nusantara ke-14 dan Bupati Menyapa di Plaza Pemkab Karawang. Kegiatan yang digelar pada Minggu malam (13/9/2026) tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kerukunan dan toleransi antarumat beragama di Kabupaten Karawang.
Pada kesempatan itu, sebanyak 60 warga LDII turut mengikuti kegiatan yang digelar dalam memperingati Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393 tersebut. Kegiatan itu juga diikuti masyarakat dari sejumlah kecamatan secara daring.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan toleransi di tengah keberagaman. Ia mengibaratkan perbedaan sebagai warna yang membentuk keindahan, “Perbedaan warna tidak membuat pelangi terpecah, justru karena berbeda warna pelangi menjadi indah. Begitu pula kita,” kata Aep.
Ia juga memaparkan sejumlah program Pemerintah Kabupaten Karawang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui semangat MOTEKAR, yakni Maju, Optimis, Tangguh, Efektif, Kolaboratif, Adaptif, dan Responsif.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karawang Sopian mengapresiasi kepemimpinan Bupati Aep serta peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Karawang dalam menjaga toleransi. Ia mengatakan, kondisi kerukunan yang terjaga merupakan hasil sinergi pemerintah daerah, FKUB, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen masyarakat, termasuk LDII.
Dalam kegiatan tersebut, perwakilan LDII Karawang turut menandatangani layar deklarasi Komitmen Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Karawang. Deklarasi itu menjadi bentuk komitmen bersama untuk menjaga toleransi dan hubungan harmonis di tengah keberagaman agama, suku, budaya, dan tradisi di Kabupaten Karawang.
Ketua PC LDII Karawang Timur, Jumari, mengatakan keikutsertaan LDII merupakan bentuk dukungan terhadap upaya menjaga kerukunan di Kabupaten Karawang.
“LDII Karawang berkomitmen untuk terus mendukung terciptanya suasana yang rukun, damai, dan harmonis di tengah keberagaman masyarakat. Perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun Karawang secara bersama-sama,” ujar Jumari.














