Gunungkidul (18/9). Sekitar 750-an remaja LDII menghadiri pengajian khusus generasi muda, yang dihelat DPD LDII Kabupaten Gunungkidul. Pengajian tersebut berlangsung di Masjid Al-Husna, Kemorosari 2, Wonosari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Minggu (30/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti peserta dari delapan PC LDII, untuk memperkuat pembinaan agama dan akhlak generasi muda. Peserta berasal dari PC LDII Wonosari, Gedangsari, Patuk, Playen, Paliyan, Panggang, Saptosari, dan Tanjungsari. Mereka mengikuti pengajian yang menghadirkan Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah, Kota Kediri, KH Pahala Jaya, dan guru muda dari Ponpes Wali Barokah, Ustaz Muhammad Rozan Ubadah.
Pahala Jaya mengingatkan peserta agar memperdalam ilmu agama. Ia juga meminta generasi muda menerapkan akhlak dalam kehidupan sehari-hari, “Anak muda perlu memiliki dasar ilmu agama yang kuat. Ilmu tidak cukup hanya diketahui. Ilmu harus diterapkan dalam ibadah dan kehidupan sosial,” ujar Pahala.
Ia juga mengajak peserta membiasakan ibadah sejak usia muda. Menurut Pahala, kebiasaan tersebut menjadi bagian dari pembentukan karakter dalam kehidupan sehari-hari.
Muhammad Rozan Ubadah kemudian membahas ilmu sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman. Ia menggunakan ayat Al-Qur’an dan hadis sebagai bahan pembahasan dalam sesi pengajian.
Rozan mengingatkan peserta untuk menyaring berbagai informasi yang mereka terima. Kemampuan memahami ilmu agama menjadi salah satu bekal dalam menghadapi arus informasi yang semakin cepat.
Ketua PC LDII Playen Muhammad Angwar mengatakan pembinaan generasi muda perlu dilakukan secara berkelanjutan. Ia meminta peserta menjaga kebiasaan beribadah setelah kegiatan pengajian selesai.
“Regenerasi harus disiapkan sejak sekarang. Jangan sampai kebiasaan beribadah berhenti di tengah jalan. Pembinaan harus terus berjalan di keluarga, masjid, dan lingkungan,” kata Angwar.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Gunungkidul Wahono Budi Rustanto mengatakan pembinaan generasi muda menjadi bagian dari program organisasi. Ia juga menekankan pentingnya pendidikan agama dan pembentukan karakter sejak usia dini.
“Generasi muda perlu mendapat bekal ilmu agama dan karakter luhur. Pembinaan harus berjalan secara berkelanjutan agar mereka memiliki bekal untuk menjalani kehidupan,” ujar Wahono.
Sebelumnya, Wahono juga menyebut pembinaan generasi muda sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi yang memiliki karakter keagamaan dan kebangsaan. Ia menyampaikan hal tersebut dalam sejumlah kegiatan pembinaan LDII Gunungkidul.

