Sorong (12/10). Warga LDII Papua Barat Daya menggelar salat Istisqa sebagai ikhtiar di tengah kemarau panjang. Kegiatan dilaksanakan di Masjid Miftahul Jannah, Sorong, Papua Barat Daya, pada Sabtu (20/9/2026).
Salat Istisqa dipimpin Ali Mashudi selaku imam sekaligus khatib. Ali Mashudi menyampaikan bahwa salat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar dengan memohon kepada Allah SWT agar segera memberikan rahmat berupa hujan, “Di daerah Sorong ini, sudah kurang lebih empat bulan tidak ada hujan sehingga menyebabkan kemarau yang berkepanjangan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan salat Istisqa sama dengan pelaksanaan salat hari raya, yakni diawali dengan salat dua rakaat, kemudian dilanjutkan dengan khotbah pertama dan khotbah kedua. Kemudian diakhiri dengan doa agar Allah SWT segera menurunkan hujan, “Kami memohon agar Allah segera menurunkan hujannya. Hujan yang penuh dengan barokah, hujan yang memberikan berkah,” jelasnya.
Dalam khotbahnya, Ali Mashudi juga mengingatkan bahwa kondisi kekeringan bukanlah sesuatu yang baru. Pada zaman Nabi Muhammad SAW, umat juga pernah mengalami kekeringan yang berlangsung cukup panjang.
Salah seorang sahabat kemudian menyampaikan kondisi tersebut kepada Nabi Muhammad. Menanggapi hal itu, Nabi Muhammad melaksanakan salat Istisqa dan memanjatkan doa kepada Allah SWT agar hujan segera diturunkan.
Ali Mashudi menambahkan, pelaksanaan salat Istisqa di Papua Barat Daya tersebut menindaklanjuti instruksi DPP LDII kepada jajaran pengurus provinsi (DPW) dan kabupaten/kota (DPD). “Organisasi di masing-masing tingkatan supaya melaksanakan salat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar dan permohonan pada Allah SWT agar segera diturunkan hujan,” pungkasnya.















