Manokwari (20/10). Biro Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK) DPW LDII Papua Barat menggelar rapat kerja di Masjid Al-Ikhlas, Kampung Udapi Hilir, Distrik Aimasi, Manokwari, Papua Barat. Rapat pada Minggu (27/9/2026) tersebut membahas penyusunan program kerja untuk menjawab berbagai persoalan keluarga, mulai dari pendidikan anak, kesehatan, pembinaan remaja putri, hingga penguatan kesejahteraan ekonomi keluarga.
Ketua Biro PPKK DPW LDII Papua Barat, Nisa Mulyati menjelaskan bahwa perlua penguatan pembinaan bagi calon ibu dan remaja putri. “Pembekalan psikologis diperlukan agar calon ibu dan remaja putri memiliki pemahaman yang lebih baik dalam mempersiapkan diri menghadapi kehidupan berkeluarga,” ujar Nisa.
Selain pembinaan psikologis, peserta rapat juga mengusulkan kegiatan untuk mengenal pilihan busana yang sesuai dengan ketentuan syariat Islam, sekaligus tetap memperhatikan kerapian, kenyamanan, dan perkembangan mode.
Ketua DPW LDII Papua Barat, Suroto, mengapresiasi pelaksanaan rapat kerja tersebut. Ia berharap program PPKK dapat mendorong perempuan dan keluarga LDII berperan aktif dalam menyelesaikan persoalan di lingkungan masing-masing, terutama yang berkaitan dengan pendidikan anak, kesehatan keluarga, dan kesejahteraan rumah tangga.
Menurut Suroto, keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi penerus. Karena itu, pembinaan keluarga perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui peningkatan pengetahuan, penguatan nilai agama, dan kepedulian terhadap kebutuhan anggota keluarga.
Secara umum, program pemberdayaan keluarga dapat mencakup edukasi pengasuhan anak, literasi kesehatan, kesiapan psikologis sebelum menikah, serta pengelolaan keuangan rumah tangga. Melalui penyusunan program yang terarah, Biro PPKK DPW LDII Papua Barat diharapkan dapat memperkuat peran perempuan dalam membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan mandiri, sekaligus mendukung pembinaan generasi penerus di Papua Barat.















