Serang (23/10). DPW LDII Provinsi Banten mendukung pembinaan generasi muda melalui penguatan pendidikan agama sejak dini. Komitmen tersebut sejalan dengan penyelenggaraan Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) XIII tingkat Provinsi Banten yang digelar Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) di halaman Masjid Raya Al-Bantani, Kota Serang, Selasa (30/9/2026).
Ketua DPW LDII Banten, Dimo Tono Sumito, mengapresiasi penyelenggaraan FASI XIII sebagai wadah pembinaan anak untuk menumbuhkan pemahaman agama dan akhlak mulia. Menurutnya, pembentukan karakter generasi penerus membutuhkan perhatian dan pendampingan yang berkelanjutan.
“Dalam membina generasi muda diperlukan konsistensi, kesinambungan, dan perhatian khusus. Generasi muda sejak kecil harus dibina dengan dasar agama yang baik dan pengetahuan yang cukup,” ujar Dimo.
Ia menegaskan, pembinaan generasi muda merupakan tanggung jawab bersama. Orang tua, ustadz, pemerintah, dan guru perlu bersinergi agar anak tumbuh menjadi pribadi yang saleh dan salehah serta mampu menghadapi pengaruh negatif pergaulan.
Pandangan tersebut sejalan dengan fokus pembinaan LDII dalam mencetak generasi penerus yang alim-faqih, berakhlakul karimah, dan mandiri. Melalui pembinaan sejak dini, generasi muda diharapkan memiliki bekal agama sekaligus karakter yang kuat dalam menghadapi perkembangan zaman.
FASI XIII tingkat Provinsi Banten dibuka oleh Asisten Administrasi Umum (Asda III) Pemerintah Provinsi Banten, Rina Dewiyanti, yang mewakili Gubernur Banten. Kegiatan ini dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-26 Provinsi Banten dan Milad ke-49 BKPRMI.
Ketua DPW BKPRMI Banten, Fahmi Hakim, mengatakan FASI menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan keagamaan melalui berbagai perlombaan. Di antaranya hafalan Al Quran, azan, dan hadrah.
“Insya Allah kami komitmen membangun generasi muda, membangun pertumbuhan jiwa akidah dan moral yang baik untuk generasi bangsa. Banten tempat lahir para alim ulama, para pemimpin bangsa, maka dari itu fondasi kuat melalui festival ini untuk mewujudkan generasi qurani,” kata Fahmi.

Ketua DPRD Banten tersebut juga mengingatkan pentingnya menjaga akidah dan akhlak di tengah perkembangan teknologi digital. Menurutnya, perubahan zaman tidak boleh menggeser nilai-nilai agama yang menjadi landasan pembentukan karakter anak.
“Zaman boleh berubah, akidah tidak boleh berubah,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP BKPRMI, Nanang Mubarok, menjelaskan FASI diselenggarakan setiap tiga tahun secara berjenjang. Kompetisi dimulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota, hingga provinsi.
FASI XIII tingkat Provinsi Banten juga menjadi tahapan menuju penyelenggaraan tingkat nasional pada 2027. “Ini sekarang ada tingkat provinsi. Tahun depan, insya Allah akan dilaksanakan FASI ke-13 tingkat nasional,” ujar Nanang.
Partisipasi LDII dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya bersama membangun generasi qurani. Sinergi antara organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, dan keluarga diharapkan dapat memperkuat pembinaan keagamaan serta membentuk generasi muda yang berkarakter dan siap berkontribusi bagi bangsa.















