Jakarta (23/10). DPD LDII Jakarta Utara mengukuhkan pengurus PC LDII Penjaringan yang dihadiri Camat Penjaringan, Darmawan. Ia saat itu mengapresiasi kontribusi LDIi sebagai ormas yang berperan menjaga lingkungan. Acara itu digelar pada Jumat (25/9) di Aula Lantai 5 Kantor Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
Pengukuhan tersebut menunjuk H. Pujianto Ketua PC LDII Penjaringan masa bakti 2026-2031. Sebanyak 40 pengurus PC dilantik untuk menempuh masa bakti kepengurusan selama lima tahun ke depan. Sementara itu, Ketua DPD LDII Jakarta Utara, Pudya Sanjaya mengingatkan agar jajaran pengurus baru perlu pendekatan yang cepat, solid, dan terukur dalam kinerja organisasi.
Ia juga menegaskan pentingnya mengedepankan prinsip profesional religius lewat kontribusi delapan bidang pengabdian, yaitu kebangsaan, keagamaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi dan kewirausahaan, pangan dan lingkungan, energi, serta teknologi informasi.
“Pendekatan ini menjadi landasan utama untuk memperkuat kontribusi LDII sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah sekaligus menjaga kondusivitas wilayah,” ujar Pudya.
Terkait hal itu, Ketua PC LDII Penjaringan, Pujianto, berkomitmen siap memperkuat kolaborasi lintas sektor. “Kami berkomitmen menjalankan program kerja terarah terkait kontribusi pada warga, menjaga komunikasi dan sinergi dengan pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat,” ujarnya.

Terkait pengukuhan dan kerjasama, Camat Darmawan juga mengajak LDII berpartisipasi menuntaskan berbagai dinamika sosial seperti isu lingkungan dan pengelolaan sampah. “Permasalahan di Kecamatan Penjaringan cukup kompleks. Kami mengajak LDII untuk bersama-sama mencerdaskan umat dan membangun masyarakat yang lebih baik,” ungkapnya.
Ia menekankan peran organisasi masyarakat dalam penanganan isu lingkungan, khususnya pengelolaan sampah penting, agar bisa mengajak warga memilah sampah bertahap dan berkelanjutan. “Kami mendorong adanya kesadaran bersama menjaga lingkungan dan kelola sampah sebagai bagian dari upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang berbudaya,” pungkasnya.
Langkah selanjutnya, pihak Kecamatan Penjaringan berencana menginisiasi forum diskusi berkala bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan merangkul berbagai organisasi masyarakat seperti LDII, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah. (Noni/LINES)















