Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Kisah Kematian yang Melebihi Mati Syahid

2019/05/09
in Nasehat
2
Kematian2
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Ketua Departemen Pendidikan Agama dan Dakwah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), KH. Aceng Karimullah memberikan tausyiah mengenai seseorang yang meninggal dengan keadaan syahid vs seseorang yang meninggal dengan keadaan biasa . Manakah yang lebih utama?

Kebanyakan orang pasti memilih meninggal dalam keadaan syahid. Namun dalam cerita yang diungkapkan oleh KH. Aceng Karimullah, lebih utama meninggal dalam keadaan biasa. Pasti banyak orang yang bertanya-tanya? Mengapa bisa?

Dalam kesempatan kali ini, KH. Aceng menceritakan hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah. Sebuah cerita yang mungkin terdengar tidak asing bagi anak-anak, khususnya generasi penerus kita.
“Cerita ini tidak hoax, cerita ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah,” tegasnya.

Cerita ini berawal dari sahabat Nabi yaitu Thalhah bin Ubaidillah. Thalhah menceritakan dua orang pemuda yang berasal dari Bali.

“Ternyata di Arab, ada kampung bernama Kampung Bali,” ceritanya mengawali.
Kedua pemuda itu bertemu dengan Nabi dan masuk Islam bersama-sama.

“Saat keberangkatan dua pemuda ini, katakanlah bareng atau sama.” KH. Aceng menyebutkan salah satu dari dua orang tersebut yang bisa disebut si A.

“Si A ini orang yang militan dan sering mengikuti peperangan. Sampai suatu ketika dalam peperangan si A ini gugur dalam medan perang dan gugur dengan keadaan mati syahid,” katanya.

Lalu, KH. Aceng menyebutkan si B meninggal satu tahun setelah A gugur dalam medan perang. “Si B meninggal setahun kemudian di dalam rumahnya. Meninggalnya ini dalam keadaan meninggal biasa tidak tergolong meninggal dalam keadaan syahid,” lanjutnya.

Suatu ketika Thalhah bin Ubaidillah yang meriwayatkan hadis ini mengungkapkan pernah bermimpi.
“Saya bermimpi seakan-akan telah berada di depan pintu surga dan bertemu dengan dua pemuda tadi,” ungkap Thalhah

Namun, anehnya dalam cerita Thalhah, si B dipersilahkan lebih dahulu masuk ke dalam surga
“Tak lama kemudian bertemu dengan petugas yang berada dalam surga untuk mempersilahkan si B terlebih dahulu masuk ke dalam surga.” Lalu petugas datang kembali untuk mempersilahkan si A masuk ke dalam surga.

“Usai si A masuk surga, hati saya berdebar-debar dan memiliki prasangka bahwa setelah si A masuk surga, pasti saya yang masuk ke dalam surga,” ujar Thalhah.

Dalam lanjutan ceritanya, petugas di surga itu mengatakan ucapan yang mengejutkan kepada Thalhah.
“Kamu (Thalhah) pulang saja, kamu belum waktunya masuk ke dalam surga ini,” ujar petugas surga.

Akhirnya, Thalhah terbangun dari tidurnya dan bercerita kepada sahabat-sahabatnya. Dalam cerita tersebut, sahabat Thalhah merasa heran dengan cerita Thalhah seraya mengatakan “Kok, bisa ya, orang yang mati biasa masuk surganya bisa lebih dulu daripada orang yang mati syahid?”

Banyak pertanyaan yang mengganggu para sahabat, sampai akhirnya cerita Thalhah ini terdengar oleh Rasulullah SAW. Saat itu, Nabi Muhammad bertanya kepada para sahabatnya.
“Apa yang buat kalian heran?,” tanya Nabi. Para sahabat menjawab, “Kami heran karena si B masuk surga duluan daripada si A.” Lantas Rasulullah SAW menjawab dengan tenang.

“Tidak ada yang perlu diherankan. Bukankah si B karena meninggal setahun kemudian. Akhirnya dia bertemu sekali lagi dengan bulan Ramadan,” kata Rasulullah SAW. Dalam setahun tersebut, tentunya si B banyak mengerjakan shalat dan berbuat baik lainnya.

K.H Aceng menutup nasehat dengan memberi motivasi kepada generasi penerus. “Mudah-mudahan Allah memberi umur kepada kita sehingga sampai pada akhir bulan Ramadan.”

Kesempatan (Ramadan) yang bagus untuk kita sebagai orang iman. Ukurannya orang yang mati syahid bisa kalah dengan orang yang meninggal biasa, bilamana seseorang bisa memanfaatkan bulan Ramadan ini untuk beribadah dengan sebaik-baiknya.

K.H Aceng berpesan, mari meniatkan diri dan memanfaatkan Ramadan sebaik-baiknya. Niat yang baik Allah akan catat sebagai pahala, bila dilakukan dengan sungguh-sungguh, pahalanya berlipat ganda. (Wicak / Lines)

Sumber: LDII TV Oase Hikmah Tausyiah KH. Aceng Karimullah (06 Mei 2019)
Link Youtube: https://youtu.be/6JlXwwF9u4E

Comments 2

  1. Riyanto says:
    6 years ago

    Maa syaa Alloh…
    Semoga kita dimasukkan surga Firfaus..
    Aamiin…

    Reply
  2. Cahyono Bin suwandi says:
    4 years ago

    MasyaAlloh warbiasah…semoga pak yai selalu diberi kesehatan..amiin

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Angka DH on LDII Siap Akselerasi Program Pembangunan SDM dengan “7 Jurus BK Hebat” dari Kemendikdasmen
  • Media Tour Dakwah on Hadapi Puncak Haji 2026, Kemenhaj Terapkan Sistem TGF
  • RAHMAT WAHID on LDII Jawa Barat Dorong Wanita Berdaya dan Mandiri di Era Digital
  • Soedradjat on LDII Siap Akselerasi Program Pembangunan SDM dengan “7 Jurus BK Hebat” dari Kemendikdasmen
  • Nanang Naswito on LDII Siap Akselerasi Program Pembangunan SDM dengan “7 Jurus BK Hebat” dari Kemendikdasmen
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hadapi Puncak Haji 2026, Kemenhaj Terapkan Sistem TGF

Hadapi Puncak Haji 2026, Kemenhaj Terapkan Sistem TGF

January 23, 2026
LDII Apresiasi Kontribusi Muhammadiyah di Tana Toraja pada Peringatan Milad ke-113

LDII Apresiasi Kontribusi Muhammadiyah di Tana Toraja pada Peringatan Milad ke-113

January 21, 2026
Laksma TNI Harun Ar-Rasyid: Kami Maksimalkan Pelayanan Saat Armuzna

Laksma TNI Harun Ar-Rasyid: Kami Maksimalkan Pelayanan Saat Armuzna

January 23, 2026
Diskusikan Pembinaan Generasi Muda, LDII Silaturrahim dengan Kepala Desa Pematang Kabau

Diskusikan Pembinaan Generasi Muda, LDII Silaturrahim dengan Kepala Desa Pematang Kabau

January 20, 2026
Gubernur Pramono Anung: “Soal Kebangsaan, LDII Lebih Kebangsaan, Daripada yang Mengaku-ngaku Kebangsaan”

Gubernur Pramono Anung: “Soal Kebangsaan, LDII Lebih Kebangsaan, Daripada yang Mengaku-ngaku Kebangsaan”

6
LDII Apresiasi Kontribusi Muhammadiyah di Tana Toraja pada Peringatan Milad ke-113

LDII Apresiasi Kontribusi Muhammadiyah di Tana Toraja pada Peringatan Milad ke-113

6
LDII Siap Akselerasi Program Pembangunan SDM dengan “7 Jurus BK Hebat” dari Kemendikdasmen

LDII Siap Akselerasi Program Pembangunan SDM dengan “7 Jurus BK Hebat” dari Kemendikdasmen

4
Selaraskan Visi, DPD LDII Tabanan Susun Program Kerja Organisasi

Selaraskan Visi, DPD LDII Tabanan Susun Program Kerja Organisasi

4
Meraih Keberkahan Rezeki Menuju Keluarga Harmoni

Meraih Keberkahan Rezeki Menuju Keluarga Harmoni

January 28, 2026
LDII Bengkulu Utara Silaturahim dengan Bupati Dukung Program Mahabbah

LDII Bengkulu Utara Silaturahim dengan Bupati Dukung Program Mahabbah

January 28, 2026
170.000 Jemaah Haji Berisiko Tinggi, Wamenhaj Tekankan Pelayanan Maksimal Petugas

170.000 Jemaah Haji Berisiko Tinggi, Wamenhaj Tekankan Pelayanan Maksimal Petugas

January 28, 2026
Menhaj Pantau Kesiapan Petugas Haji 2026, Tekankan Peran Vital di Tanah Suci

Menhaj Pantau Kesiapan Petugas Haji 2026, Tekankan Peran Vital di Tanah Suci

January 28, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Meraih Keberkahan Rezeki Menuju Keluarga Harmoni January 28, 2026
  • LDII Bengkulu Utara Silaturahim dengan Bupati Dukung Program Mahabbah January 28, 2026
  • 170.000 Jemaah Haji Berisiko Tinggi, Wamenhaj Tekankan Pelayanan Maksimal Petugas January 27, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.