Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Wawasan Kesehatan

Encephalitis Merenggut Alfin dari Sepakbola

2019/11/03
in Kesehatan
0
encephalitis
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Sepakbola Indonesia baru saja berduka karena kehilangan salah satu pemain andalannya Alfin Lestahulu, pemain nasional U-16 ini meninggal pada kamis 31 Oktober 2019 di RS Harapan Kita Jakarta. Dokter mendiagnosis Alfin terserang Encephalitis dengan hypoalbumin.

Situs Encephalitis Society mengungkapkan bahwa sekitar 500 ribu orang mengalami kondisi ini secara global tiap tahunnya. Sementara tingkat kesadaran publik terkait penyakit ini hanya 22%, alias 78% tidak mengetahui apa itu Encephalitis.

Encephalitis sendiri adalah peradangan (inflamasi) pada otak, banyak faktor penyebab penyakit ini antara lain virus, seperti rabies, herpes, mumps, measles, chickenpox, HIV, dan sebagainya. Bakteri, seperti bakteri yang menyebabkan penyakit sifilis dan tuberculosis. Jamur, seperti paling sering disebabkan oleh candida. Parasit, seperti toxoplasma. Bahan kimia, seperti alkohol dan penggunaan obat-obatan tertentu.

Penyakit autoimun, seperti Rasmussen’s encephalitis. Juga karena faktor kanker atau keganasan.
Proses infeksi penyakit ini dapat terjadi secara primer maupun sekunder. Pada infeksi primer, patogen tersebut langsung menyerang otak. Pada infeksi sekunder, patogen tersebut menyerang daerah lain selain otak dan tidak dapat dihancurkan oleh sistem imun tubuh, akibatnya dapat menyebar ke otak dan menimbulkan peradangan di otak. Timbulnya gejala encephalitis pada infeksi sekunder, biasanya terjadi sekitar 2-3 minggu setelah infeksi awal terjadi.

Virus yang paling sering menyebabkan encephalitis adalah virus herpes simpleks yang biasa menyerang di usia 20- 40 tahun. Virus herpes simpleks ada 2 tipe, yaitu tipe 1 yang menyerang daerah sekitar mulut dan tipe 2 yang menyerang daerah genital.

Gejala dari viral encephalitis yang disebabkan oleh virus herpes simpleks timbul 2-3 minggu setelah infeksi virus herpes simpleks di daerah mulut atau genitalia, dimana akan timbul seperti bintil-bintil merah berisi cairan yang mudah pecah dan menjadi luka keropeng. Sebagian besar pasien yang terinfeksi dengan gejala yang ringan – sedang, dapat sembuh total. Sedangkan pasien mengalami infeksi berat juga dapat sembuh, namun ada kerusakan pada sistem sarafnya yang bersifat menetap.

Manusia dengan kemampuan sistem imun yang rendah terutama penderita HIV/AIDS atau mengalami gangguan sistem imun lainnya, lebih mudah terserang encephalitis. Beberapa jenis encephalitis dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk yang berada di daerah tertentu; terutama pada musim semi, musim panas dan musim gugur.

Pada bayi, dapat dicurigai terkena ensefalitis melalui pola makan yang buruk, sangat rewel dan terus menerus menangis, mual dan muntah, ubun-ubun yang menonjol, dan tubuh yang kaku. Bayi harus segera dibawa ke dokter untuk mendapat pengobatan yang tepat.

Pada anak-anak dan orang dewasa, gejala encephalitis ringan bisa saja tidak menimbulkan gejala sama sekali atau hampir mirip dengan gejala flu, seperti : demam, nyeri kepala, lemas, nyeri otot dan sendi, nyeri tenggorokan, kaku pada leher dan punggung, nafsu makan menurun, mual dan muntah, tidak dapat berdiri tegak, gangguan koordinasi gerak, serta sangat sensitif terhadap cahaya.

Akan tetapi pada kasus yang lebih berat, encephalitis dapat mengancam nyawa. Keluhan yang timbul seperti kejang, kelumpuhan, hilang ingatan, delirium dan halusinasi, gangguan penglihatan, gangguan berbicara dan pendengaran, gangguan orientasi tempat dan waktu, serta gangguan kesadaran.(latifah/lines)

pict source: linkedin

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Dani Jumeri on DPD LDII Kabupaten Bandung Tebar 7.000 Paket Takjil Ramadan 1447 H
  • Dani Jumeri on LDII, Persinas ASAD, dan Senkom Mitra Polri Kotabaru Bagikan Ratusan Paket Takjil
  • Dani Jumeri on Keistimewaan Lailatul Qodar
  • Dani Jumeri on Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa
  • Dedi Century Kenya on Renungan Hari 23
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

March 11, 2026
Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

March 10, 2026
Pesan Ketua NU di Ponpes Wali Barokah: Ramadan Melatih Kesabaran dalam Ketaatan

Pesan Ketua NU di Ponpes Wali Barokah: Ramadan Melatih Kesabaran dalam Ketaatan

March 7, 2026
Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

March 12, 2026
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

25
Renungan Hari 18

Renungan Hari 18

6
Renungan Hari 21

Renungan Hari 21

3
Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

3
Renungan Hari 24

Renungan Hari 24

March 14, 2026
Catatan Umroh Ramadan 2026 (2):

Catatan Umroh Ramadan 2026 (2):

March 13, 2026
Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

March 13, 2026
Keistimewaan Lailatul Qodar

Keistimewaan Lailatul Qodar

March 13, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Renungan Hari 24 March 14, 2026
  • Catatan Umroh Ramadan 2026 (2): March 13, 2026
  • Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa March 13, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.