Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Mencari Misteri Yang Hilang

2021/07/27
in Nasehat
2
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Oleh: Faizunal A. Abdillah, Pemerhati sosial dan lingkungan – Warga LDII tinggal di Serpong, Tangerang Selatan.

Entah sudah berapa kali saya membaca lelucon ini. Selalu menarik dan memberi inspirasi. Bahkan dalam berbagai situasi, selalu memberi jalan penerang untuk menemukan solusi. Entah karena manjurnya anekdot itu, atau karena longgarnya pikiran, sehingga menemukan jawaban. Namun, yang jelas hidup itu tidak harus serius terus. Perlu suatu saat bersendau-gurau, berhumor-ria untuk mencairkan suasana. Dan untuk meraih hal selanjutnya yang berguna.

Sang Bijak – Guru Selamat pernah berkata, “Jika ada yang bertanya, ‘Bagaimana pendapat kalian tentang bercanda? Maka kami jawab, ‘Bercanda boleh bila menimbulkan rasa nyaman, baik itu bagi orang yang mengajak bercanda, atau bagi orang yang diajak bercanda, atau bagi keduanya. Ingatlah, teladan indah di bawah ini.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّ رَجُلاً، اسْتَحْمَلَ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ ‏”‏ إِنِّي حَامِلُكَ عَلَى وَلَدِ النَّاقَةِ ‏”‏ ‏.‏ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا أَصْنَعُ بِوَلَدِ النَّاقَةِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏”‏ وَهَلْ تَلِدُ الإِبِلَ إِلاَّ النُّوقُ ‏”‏

Dari Anas bin Malik, seorang laki-laki meminta kepada Rasûlullâh ﷺ agar dibawa serta di atas tunggangannya, lalu Beliau ﷺ bersabda: “Aku akan membawamu dengan anak unta.” Laki-laki itu berkata, “Wahai Rasûlullâh! Apa yang bisa saya perbuat dengan anak unta?” Beliau ﷺ menjawab, “Apakah ada unta yang tidak dilahirkan oleh unta betina.” (HR At-Tirmidzi)

Nah, berikut lelucon yang saya maksud. Semoga diberi hikmah dan pencerahan yang indah dan barokah. Suatu hari, Nasruddin mencari jarum di halaman rumahnya yang penuh hamparan pasir. Tetangganya yang merasa kasihan, ikut membantu mencarinya. Tetapi selama sejam mencari, jarum itu tak kunjung diketemukan. Merasa penasaran, tetangganya pun bertanya, “Jarumnya jatuh dimana?” “Jarumnya jatuh di dalam rumah,” jawab Nasruddin. “Kalau jarum jatuh di dalam rumah, kenapa mencarinya di luar?” tanya tetangganya geregetan. Dengan santai Nasruddin menjawab, “Karena di dalam gelap, di luar terang.”

Entah apa objek lelucon di atas tidaklah penting. Bisa jarum, koin emas, atau cincin itu hanya alat saja. Yang penting adalah pesan moral yang terkandung di dalamnya, yaitu kegemaran manusia dalam pencarian kesenangan dan keindahan hidup yang berorientasi keluar; terang, gemerlap, menarik dan menggoda. Anekdot ini seperti gambaran apik yang disampaikan Yang  Maha Tinggi.

{زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ (14) قُلْ أَؤُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرٍ مِنْ ذَلِكُمْ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَأَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ (15) }

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). Katakanlah, “Inginkah aku kabarkan kepada kalian apa yang lebih baik dari yang demikian itu?” Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan (ada pula) istri-istri yang disucikan serta keridaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (Ali Imron: 14 -15)

Jadi, memang tidak salah, jika begitu banyak perjalanan kehidupan dalam mencari kebahagiaan dan keindahan dengan cara mencarinya keluar. Sesuai perkamennya. Ditambah karena faktor peradaban, keserakahan dan faktor-faktor lainnya, paradigma mencari keluar amat sangat relevan. Ada yang mencari bentuk kebahagiaan lewat kehalusan kulit, empuknya jabatan, kilau baju mahal, deru mobil bagus atau magrong-magrongnya rumah indah. Tetapi kenyataannya, setiap pencarian keluar tersebut akan berujung pada bukan apa-apa. Karena semua itu, kesenangan hidup di dunia, tidak akan berlangsung lama. Kulit, misalnya, akan keriput karena termakan usia, mobil mewah akan berganti dengan model terbaru, jabatan juga akan hilang karena mutasi atau pensiun, rumah pun lapuk dan kusam dimakan zaman. Karenanya Allah memberi peringatan: 

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS. al-Hadîd: 20).

Pekerjaan rumahnya kemudian adalah mengubah orientasi dari luar ke dalam. Dari yang tampak menuju yang tidak tampak. Agar tidak tertipu. Karena kedua bola mata ternyata hanya mampu menangkap 120° – masih ada 240° sisi sebaliknya yang belum kita jelajahi. Selama ini kita tinggalkan karena gelap, tidak menarik, terasa jauh, sepi, tak tertangkap oleh mata dan panca indera lainnya. Tetapi di sanalah sebenarnya letak apa yang kita cari: daerah-daerah potensi di dalam diri. Berawal dari sini, kita cari letak ‘sumur’ kebahagiaan dan keindahan yang tak pernah kering menuju keterhubungan dengan tempat kembali di sisi Allah yang abadi. Tak perlu jauh-jauh, karena ‘sumur’ itu ada di dalam diri tiap-tiap orang.

Perjalanan ke dalam ‘sumur’ ini bisa dimulai dengan kegiatan sederhana yaitu “stop comparing” (berhenti membandingkan). Setiap penderitaan hidup manusia, setiap bentuk ketidakindahan, biangnya pasti dari sikap suka membandingkan. Sesuai tingkatannya, bisa membandingkan dari hal yang kecil sampai hal yang besar. Misalnya orang kaya, superstar, berkulit hitam yang tidak dapat menerima kenyataan bahwa dia berkulit hitam. Dia membandingkan dirinya dengan orang kulit putih. Akhirnya hobi untuk operasi plastik, demi menyamakan tandingannya tadi. Nah, dari sini orang yang hidup dari satu perbandingan ke perbandingan lain, hidupnya kurang lebih sama dengan orang kaya tadi. Berhentilah membandingkan!

Selanjutnya, mulailah mengalir (start flowing) menuju ke kehidupan yang paling indah di dunia, yaitu menjadi diri sendiri. Apa yang disebut ‘flowing’ ini sesungguhnya sederhana saja. Kita akan menemukan yang terbaik dari diri kita, ketika kita mulai belajar menerimanya. Perlahan tapi pasti kepercayaan diri pun muncul, bersemi ke sana-sini. Kepercayaan diri ini berkaitan dengan keyakinan-keyakinan yang kita bangun sedikit demi sedikit dari dalam, dengan sabar dan penuh ketulusan. Puncaknya, sebuah hadiah mewah bahwa tidak ada kehidupan yang paling indah selain menjadi diri sendiri. Itulah misteri yang dicari setiap diri. Dimana di sana ada keindahan yang sebenar-benarnya.

عَنْ أَبِي مَالِكٍ الأَشْعَرِيِّ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ قَال كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو فَبَائِعٌ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوبِقُهَا   

Dari Abi Malik Al-Asy’ari, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda; “Setiap orang keluar di pagi hari untuk menjual dirinya, maka ada kalanya dia membebaskannya atau malah menghancurkannya.” (Rowahu Muslim).

Dan itu semua tergantung, bagaimana kita menguak misteri yang hilang selama ini. Apakah dengan petunjuk yang benar? Atau justru memilih jalan yang menyesatkan. Perhatikanlah langkahmu!

Comments 2

  1. Faadillah says:
    5 years ago

    Agar tidak tertipu. Karena kedua bola mata ternyata hanya mampu menangkap 1.200, masih ada 2.400 sisi sebaliknya yang belum kita jelajahi.

    Sedikit ralat yang benar:
    Agar tidak tertipu. Karena kedua bola mata ternyata hanya mampu menangkap 120 derajat, masih ada 240 derajat sisi sebaliknya yang belum kita jelajahi.

    Reply
    • _admin says:
      5 years ago

      sudah diperbaiki. ajkk

      Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Nanang Naswito on Meneladani Nabi Ibrahim, LDII Fakfak Salurkan Kurban untuk Perkuat Ukhuwah
  • Nanang Naswito on MUI Sumedang Kunjungi DPP LDII untuk Bangun Kebersamaan Antarormas
  • abdin ma'ruf on Silaturahim ke LDII, MUI, Kemenag dan Ormas Islam Sumedang Perkuat Sinergi
  • sastra jendra on Kadishub LH Mempawah Apresiasi Kolaborasi LDII Kalbar dan MTs Khairul Hikmah
  • Nanang Naswito on LDII Jatim Gunakan Kemasan Besek Praktikkan Kurban Berwawasan Lingkungan
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ratusan Hewan Kurban Ponpes Gadingmangu Jombang Disalurkan untuk Warga

Ratusan Hewan Kurban Ponpes Gadingmangu Jombang Disalurkan untuk Warga

June 12, 2026
Jemaah Haji indonesia

Jemaah Gelombang Kedua Mulai Bergerak ke Madinah

June 8, 2026
Pembekalan Generasi Penerus LDII Karawang Tekankan Kepemimpinan dan Karakter

Pembekalan Generasi Penerus LDII Karawang Tekankan Kepemimpinan dan Karakter

June 8, 2026
Ichsan Marsha, Jubir Kemenhaj

Kemenhaj Bongkar Kasus Badal Haji dan Kurban Fiktif Bernilai Miliaran Rupiah

June 11, 2026
Mahasiswa LDII Raih First Prize Huawei ICT Competition Lewat Inovasi AI

Mahasiswa LDII Raih First Prize Huawei ICT Competition Lewat Inovasi AI

7
KUA Braja Selebah Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan GSG LDII

KUA Braja Selebah Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan GSG LDII

5
Ratusan Hewan Kurban Ponpes Gadingmangu Jombang Disalurkan untuk Warga

Ratusan Hewan Kurban Ponpes Gadingmangu Jombang Disalurkan untuk Warga

2
LDII Jatim Gunakan Kemasan Besek Praktikkan Kurban Berwawasan Lingkungan

LDII Jatim Gunakan Kemasan Besek Praktikkan Kurban Berwawasan Lingkungan

2
DPP LDII Ingatkan Pemerintah dan Masyarakat Praktikkan Hidup Bersahaja ‘Muzhid Mujhid’

DPP LDII Ingatkan Pemerintah dan Masyarakat Praktikkan Hidup Bersahaja ‘Muzhid Mujhid’

June 15, 2026
Yang Menggetarkan

Yang Menggetarkan

June 15, 2026
LDII Jember Siapkan Diklat Jurnalistik untuk Promosikan Potensi Daerah

LDII Jember Siapkan Diklat Jurnalistik untuk Promosikan Potensi Daerah

June 13, 2026
LDII Gresik Silaturahim ke PCNU Gresik Perkuat Ukhuwah dan Sinergi Khidmah untuk Umat

LDII Gresik Silaturahim ke PCNU Gresik Perkuat Ukhuwah dan Sinergi Khidmah untuk Umat

June 12, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • DPP LDII Ingatkan Pemerintah dan Masyarakat Praktikkan Hidup Bersahaja ‘Muzhid Mujhid’ June 15, 2026
  • Yang Menggetarkan June 15, 2026
  • LDII Jember Siapkan Diklat Jurnalistik untuk Promosikan Potensi Daerah June 13, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.