Pangkalan Bun (22/9). Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin menebal mendorong DPD LDII Kotawaringin Barat (Kobar) membagikan bantuan masker untuk warga. Sekitar 1.000 masker dibagikan di area pertigaan Jalan Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Pembagian masker yang digelar pada Selasa, (15/9/2026) bekerja sama dengan Senkom Mitra Polri Kobar, Persinas ASAD Kobar dan Polres Kobar.
Ketua DPD LDII Kobar, Syamsul Arifin, mengatakan kondisi kabut asap beberapa hari terakhir semakin mengganggu aktivitas dan kesehatan warga. “Hal yang paling kita khawatirkan adalah kesehatan anak-anak, lansia dan masyarakat yang terdampak ISPA. Beberapa hari ini kami merasakan dampak karhutla di mana-mana,” ujar Syamsul.
Selain itu, ia menambahkan, selain mengganggu jarak pandang, kabut asap juga membuat udara tak nyaman saat bernapas dan berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.
Selain mengganggu jarak pandang pengguna jalan, kabut asap yang pekat mengandung partikel berbahaya yang berisiko memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Oleh karena itu, penggunaan masker menjadi perlengkapan wajib bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan untuk meminimalisir paparan zat beracun dari pembakaran lahan.
Syamsul Arifin menambahkan bahwa keberhasilan aksi kemanusiaan ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh kolaborator yang terlibat dalam penyediaan dan penyaluran bantuan tersebut.
Menurut Syamsul, pihaknya berupaya membantu masyarakat menghadapi dampak asap karhutla. “Kami mengapresiasi keterlibatan semua rekan-rekan sehingga bantuan masker tersalurkan. Mudah-mudahan upaya kecil ini bisa membantu menjaga kesehatan dari dampak asap karhutla,” katanya.
Selain itu, LDII bekerja sama dengan Forum Komunikasi Kesehatan Islam (FKKI) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menyerahkan bantuan masker kepada santri dan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Al Manshurin, Pangkalan Bun, Jumat (18/9/2026).













