Bogor (2/8). Ratusan pemuda LDII Jakarta Selatan mengikuti Perkemahan Akhir Tahun Ajaran Cinta Alam Indonesia (Permata CAI). Perkemahan tersebut berlangsung selama dua hari, sejak Sabtu (11/07/2026) di Villa Ratu, Bogor, Jawa Barat.
Kegiatan itu untuk membentuk generasi penerus yang mandiri, berkarakter luhur, serta siap menghadapi berbagai tantangan akhir zaman melalui pendekatan edukatif dan menyenangkan. Acara tahunan itu mengusung tema “Amal Sholih Riang Gembira, Kita Siap Berjuang”, untuk membekali generasi muda mengenai bentuk ibadah dan amal saleh. Agar dapat dijalankan dengan penuh sukacita tanpa menjadi beban moral.
Ketua Pelaksana acara, Ariel Luthfi menegaskan, prinsip semangat riang gembira menjadi fondasi penting dalam menjalankan aktivitas keagamaan maupun kehidupan sehari-hari, “Tema ini kami pilih karena dalam melancarkan kegiatan dan aktivitas sehari-hari, kita perlu melaluinya dengan cara riang gembira agar prosesnya tidak menjadi beban, di mana seluruh amal sholih tersebut merupakan bentuk perjuangan dalam agama,” ujar Ariel.
Rangkaian acara diawali dengan pemaparan materi CAI mengenai 29 Karakter Luhur. Selain pembekalan teori, panitia menggelar permainan ketangkasan atau *outbound games* dalam mempererat tali kerukunan dan kerja sama antar peserta. Selain itu juga digelar Focus Group Discussion (FGD) untuk membedah serta menyelesaikan berbagai kendala ibadah yang dihadapi generasi muda saat ini.
Ariel menambahkan, antusiasme peserta sangat tinggi selama kegiatan berlangsung dengan susunan materi yang interaktif. Pemikiran senada disampaikan pengurus Penggerak Pembina Generus (PPG) Jakarta Selatan, Mudhori. Ia mengingatkan, pentingnya pembentukan karakter luhur sebagai benteng moral generasi muda.
“Pembentukan karakter luhur adalah dasar bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan akhir zaman, menjaga akhlak mulia, serta menjadi pribadi yang mampu memberikan kontribusi positif bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama,” ucapnya.
Ia berharap para peserta dapat mengaplikasikan nilai-nilai kedisiplinan, kemandirian, tenggang rasa, serta daya juang dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu salah satu peserta, Nurkholis mengatakan, pemaparan 29 Karakter Luhur memberikan dorongan moral untuk bersikap jujur, amanah, dan disiplin di lingkungan rumah, kampus, maupun tempat kerja.
“Melalui kegiatan ini kami dilatih menghargai waktu dan bertanggung jawab. Ini menjadi sarana efektif dalam pembinaan generus sekaligus peramutan warga LDII. Saya ingin menjadi pribadi yang lebih bermanfaat dengan menjadi teladan kedisiplinan di lingkungan masyarakat,” ungkapnya.

