Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Organisasi
    • Opini
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Organisasi
    • Opini
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Seputar LDII Organisasi

DPP LDII: Elit Politik Harus Mementingkan Bangsa dan Negara Pasca Pengumuman Hasil Pilpres

2014/07/20
in Organisasi
0
pers-release-dpp-ldii
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Jakarta (19/7) DPP LDII menangkap fenomena yang mencemaskan bersamaan dengan pelaksanaan Pemilu Presiden 2014. Bangsa Indonesia terbelah dalam dua kubu, dan saling serang di media sosial mendukung calon masing-masing. Dalam alam demokrasi hal ini wajar, namun menjadi sangat mencemaskan apabila perbedaan dukungan ini mengakibatkan kehidupan berbangsa dan bernegara terganggu, apabila dua kubu pendukung tak mampu lagi menahan diri.

“Kami melihat perdebatan di sosial media dan pemberitaan media massa sudah tidak sehat dalam alam demokrasi saat ini. Saling serang dengan kampanye hitam. Bukan lagi unggul-unggulan dalam program untuk kesejahteraan rakyat, tapi sebaliknya saling menyebar fitnah,” ujar Ketua DPP LDII Prasetyo Soenaryo.

Prasetyo Soenaryo menyoroti pers Indonesia terjebak dalam keberpihakan yang tak membangun. Baik jurnalistik media cetak dan elektronik, tak menyisakan ruang bagi pendidikan politik. Media massa memberi ruang sangat besar untuk memilintir, menghujat, dan menonjolkan realitas negatif yang relatif kecil dalam suatu peristiwa, dengan tujuan membunuh karakter lawan politik, “Kemenangan capres-cawapres pada Pemilu Presiden 2014 diikuti dengan kekalahan jurnalisme,” ujar Prasetyo Soenaryo.

Idealnya pemberitaan Pemilu berisi pemaparan program capres-cawapres, memberi ruang untuk kelompok minoritas, aspirasi masyarakat, berubah menjadi pengadilan. Ruang-ruang untuk publik hanya diisi dengan keburukan pihak lawan dan sedikit program kerja capres-cawapres. “Sepertinya media massa ingin apapun caranya si A pokoknya tidak menjadi presiden, si B pokoknya yang harus menjadi presiden,” imbuh Prasetyo Soenaryo.

Demokrasi seperti ini tak memiliki nilai sportivitas, martabat, maupun legitimasi di hati rakyat Indonesia. Bagi media massa, keberpihakan berlebihan hanya mengakibatkan berkurangnya tingkat kepercayaan pembaca atau pemirsanya. Media massa pascaPilpres 2014 harus bersiap ditinggalkan oleh sebagian pembacanya, karena tak mampu menjaga keberpihakannya dalam arti yang positif dan membangun demokrasi.

Sementara itu, Ketua DPP LDII Chriswanto Santoso mengingatkan bulan Ramadan ini jangan sampai diisi dengan agenda politik yang saling mencaci, namun mengembangkan politik yang santun. Dengan komentar yang santun, yang kemudian muncul di media akan mendorong menciptakan suasana yang tenang di tengah-tengah masyarakat. “Media masih dipandang sebagai sumber referensi, bila kelompok kepentingan, politikus, dan pemodal menyuarakan dukungannya dalam pilpres dengan tak memperhatikan sopan santun, masyarakat bisa menjadi korban adu domba,” ujar Chriswanto.

Ramadan adalah bulan pengampunan, bulan untuk beramal saleh, di mana segala kebaikan dibalas berlipatganda, demikian halnya keburukan. Untuk itu LDII mengajak segenap komponen bangsa, para simpatisan partai politik, para kader, dan para relawan bisa memanfaatkan politik sebagai wahana ibadah dengan cara tak mengadu domba, saling melemparkan komentar yang positif. “Bila komponen bangsa ini berpecah belah, tak ada untungnya bagi Indonesia. Siapapun pemenangnya didukung dan dikontrol agar tetap menuju cita-cita negara ini didirikan, untuk menciptakan masyarakat yang adil dan makmur,” papar Chriswanto.

DPP LDII berkeyakinan Ramadan akan meningkatkan kualitas politik bangsa Indonesia. Penyelenggara Pemilu dan kontestan menjujung tinggi sportivitas. Tak ada yang berbuat kecurangan ataupun melakukan praktik-praktik ilegal lainnya dalam pelaksanaan dan proses Pemilu Presiden 2014 secara keseluruhan. Bila proses Pemilu ini bebas dari kecurangan, maka pemimpin yang lahir adalah pemimpin yang memiliki legitimasi kuat untuk mengemban amanah rakyat untuk lima tahun ke depan.

Baik penyelenggara, pengawas, maupun peserta Pemilu harus saling mengontrol bukan saling menyerang satu sama lain. Denga demikian proses penghitungan suara menjadi lancar dan kualitas pemilu meningkat dibanding pelaksanaan pemilu sebelumnya.

Dengan pemilu yang dilakukan dengan jujur akan meningkatkan kualitas demokrasi untuk tahun-tahun berikutnya. Kualitas Pemilu tak sekadar ditentukan tak adanya kerusuhan atau ketidakpuasan, namun juga  ditentukan oleh tingkat kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap KPU, Bawaslu, dan Panwaslu. Sebab, kecurangan Pemilu di tahun ini akan dilanjutkan modusnya pada Pemilu di tahun-tahun mendatang.

LDII sebagai lembaga dakwah, mendorong agar Ramadan ini menjadi bulan untuk meningkatkan takwa dan amal saleh,seluruh politikus termasuk segenap rakyat Indonesia. Janji politik di saat Ramadan harus dilaksanakan bukan sekadar kata-kata manis di saat kampanye.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Khairuddin on PBNU Tegaskan Pancasila Tak Bisa Dipertentangkan dengan Agama
  • Khairuddin on PBNU Tegaskan Pancasila Tak Bisa Dipertentangkan dengan Agama
  • Supardo bin Kayat on PBNU Tegaskan Pancasila Tak Bisa Dipertentangkan dengan Agama
  • Supardo bin Kayat on PP Muhammadiyah Tegaskan Pancasila dan Islam Wasathiyah Tak Terpisahkan
  • Nanang Naswito on Resmikan Masjid Al Manshurin, Pemkab Kubu Raya Apresiasi LDII Konsisten Bina Umat
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Warga LDII Raih Indonesian Breeder Award 2025, Ketum LDII Tegaskan Komitmen Pangan Masalah Kedaulatan Bangsa

Warga LDII Raih Indonesian Breeder Award 2025, Ketum LDII Tegaskan Komitmen Pangan Masalah Kedaulatan Bangsa

December 5, 2025
Stigma ‘Masjid LDII Dipel’ Jadi Alasan Cendekiawan NU Terbitkan Buku

Stigma ‘Masjid LDII Dipel’ Jadi Alasan Cendekiawan NU Terbitkan Buku

August 15, 2025
Pengajian Suami-Istri LDII Kalbar Cermati Isu Perceraian Rumah Tangga

Pengajian Suami-Istri LDII Kalbar Cermati Isu Perceraian Rumah Tangga

December 5, 2025
Santri Wali Barokah Boarding School Raih 4 Juara Pencak Silat Rektor Cup 2025 UIN Syekh Wasil Kediri

Santri Wali Barokah Boarding School Raih 4 Juara Pencak Silat Rektor Cup 2025 UIN Syekh Wasil Kediri

December 5, 2025
Ruang Rindu

Ruang Rindu

4
PBNU Tegaskan Pancasila Tak Bisa Dipertentangkan dengan Agama

PBNU Tegaskan Pancasila Tak Bisa Dipertentangkan dengan Agama

3
LDII Dukung Pembentukan EPIKS Provinsi DKI Jakarta untuk Penguatan Ekonomi Syariah

LDII Dukung Pembentukan EPIKS Provinsi DKI Jakarta untuk Penguatan Ekonomi Syariah

3
Warga LDII Raih Indonesian Breeder Award 2025, Ketum LDII Tegaskan Komitmen Pangan Masalah Kedaulatan Bangsa

Warga LDII Raih Indonesian Breeder Award 2025, Ketum LDII Tegaskan Komitmen Pangan Masalah Kedaulatan Bangsa

15
Ketum DPP LDII: Kebangsaan Harus Dinamis dan Berorientasi pada Pembangunan SDM Unggul

Ketum DPP LDII: Kebangsaan Harus Dinamis dan Berorientasi pada Pembangunan SDM Unggul

December 17, 2025
Dosen Lemdiklat Polri Tekankan Adaptasi dan Nilai Kebangsaan sebagai Penopang NKRI

Dosen Lemdiklat Polri Tekankan Adaptasi dan Nilai Kebangsaan sebagai Penopang NKRI

December 17, 2025
Menbud Fadli Zon: Umat Islam Berperan Strategis Wujudkan Kebudayaan Maju

Menbud Fadli Zon: Umat Islam Berperan Strategis Wujudkan Kebudayaan Maju

December 17, 2025
PBNU Tegaskan Pancasila Tak Bisa Dipertentangkan dengan Agama

PBNU Tegaskan Pancasila Tak Bisa Dipertentangkan dengan Agama

December 16, 2025

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Ketum DPP LDII: Kebangsaan Harus Dinamis dan Berorientasi pada Pembangunan SDM Unggul December 17, 2025
  • Dosen Lemdiklat Polri Tekankan Adaptasi dan Nilai Kebangsaan sebagai Penopang NKRI December 17, 2025
  • Menbud Fadli Zon: Umat Islam Berperan Strategis Wujudkan Kebudayaan Maju December 17, 2025

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Organisasi
    • Opini
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.