Makassar (8/11). DPD LDII Kota Makassar berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar menggelar Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang terintegrasi dengan pelacakan penyakit tuberkulosis (TBC). Kegiatan bertajuk Gerakan Serentak Tracing TBC Terintegrasi CKG Kota Makassar Tahun 2026 itu berlangsung di Aula Pondok Pesantren Pelajar dan Mahasiswa Baitul Ilmu, Kota Makassar pada 25–26 September 2026.
Sekretaris DPD LDII Kota Makassar, Muh. Khaerul Nur, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bentuk dukungan LDII terhadap program kesehatan Pemerintah Kota Makassar. Salah satu fokus kegiatan adalah memperluas pelacakan kasus TBC di masyarakat.
“Pemerintah Kota Makassar menginisiasi kegiatan CKG yang salah satunya dikhususkan untuk melacak penyebaran TBC. Kami dari DPD LDII Kota Makassar berkolaborasi agar program-program yang dicanangkan pemerintah bisa terealisasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga sejalan dengan program kerja DPP LDII, khususnya pada bidang kesehatan yang menjadi salah satu dari delapan klaster kontribusi LDII untuk bangsa.
Lebih dari 200 warga mengikuti pemeriksaan kesehatan. Pelayanan meliputi pendaftaran, pemeriksaan tekanan darah dan gula darah, konsultasi dokter, hingga pemeriksaan laboratorium oleh tenaga kesehatan.
Sementara itu, Penanggung Jawab Pemeriksaan CKG TB Dinkes Kota Makassar, Sierli Natar, mengapresiasi keterlibatan LDII dalam mendukung kegiatan tersebut. Menurutnya, penanganan TBC membutuhkan dukungan berbagai elemen masyarakat agar upaya pengendaliannya berjalan lebih efektif.
“Kami membutuhkan dukungan semua pihak agar ke depan penanganan dampak penyakit ini dapat memberikan hasil yang memuaskan,” ungkap Sierli.
Selain pemeriksaan kesehatan, Dinkes Makassar juga membuka peluang edukasi kesehatan bagi mahasiswa yang mengikuti kegiatan. Materi yang diberikan mencakup pemahaman mengenai TBC paru dan penyakit kusta.
“Kami siap membantu memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang penyakit TBC paru dan kusta. Harapannya, mereka bisa ikut membantu penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat di lingkungan masing-masing,” tuturnya.
Melalui kolaborasi ini, LDII dan Dinkes Makassar berharap deteksi dini TBC semakin menjangkau masyarakat luas. Keterlibatan organisasi kemasyarakatan dan warga juga diharapkan memperkuat upaya pencegahan serta pengendalian penyakit menular.

