Pontianak (1/10). Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Ria Norsan berharap LDII terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan dan pembinaan umat yang semakin kompleks. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memperkuat kualitas sumberdaya manusia (SDM), kesejahteraan masyarakat, dan kerukunan antarwarga.
Harapan itu disampaikan Staf Ahli Gubernur Bidang Sosial dan SDM Sefri Kurniadi saat membacakan sambutan Gubernur pada pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII LDII Kalimantan Barat di Pendopo Gubernur Kalbar, Kamis (24/9/2026). Menurut Ria Norsan, perkembangan digitalisasi dan dinamika sosial membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan.
“Kita membutuhkan sinergi yang kuat untuk mencetak SDM Kalimantan Barat yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki fondasi akhlakul karimah, menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, dan memiliki wawasan kebangsaan yang kokoh,” ujarnya.
Gubernur Ria Norsan, lanjutnya juga menaruh harapan besar agar program-program kerja yang dirumuskan dalam Muswil ini dapat diselaraskan dengan visi dan misi pembangunan Provinsi Kalimantan Barat, khususnya dalam penguatan kesejahteraan sosial dan kerukunan antarwarga. “Program kerja yang dirumuskan dalam muswil LDII diharapkan bisa diselaraskan dengan visi dan misi Pemprov Kalbar, khususnya penguatan kesejahteraan masyarakat dan kerukunan umat. Saya menaruh harapan kepada LDII,” tegas dia.
Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII Dody Taufiq Wijaya mengajak warga LDII memperkuat kontribusi di tengah perubahan sosial dan derasnya arus informasi digital. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, termasuk hoaks, post-truth, dan provokasi.
“Jangan mudah terpancing dengan berita-berita media sosial yang tidak jelas kebenarannya. Kita tetap bekerja dan beribadah dengan tenang dan tawadhu, selalu mengedepankan akhlak mulia, serta enam tabiat luhur: rukun, kompak, kerja sama yang baik, jujur, amanah, dan mujhid-muzhid,” kata Dody.

Dody juga mendorong warga LDII mengamalkan 29 Karakter Luhur serta berkontribusi sesuai profesi dan bidang yang ditekuni. Menurutnya, penguatan karakter dan pembinaan generasi penerus merupakan bagian dari kontribusi LDII bagi masyarakat. Ia berharap Muswil VIII LDII Kalbar menghasilkan program kerja yang dapat memperkuat rasa kebangsaan, komunikasi antarelemen masyarakat, kerukunan, serta ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah.
Dalam Muswil tersebut, Susanto kembali dipercaya memimpin DPW LDII Kalbar untuk masa bakti 2026-2031. Ia menegaskan komitmen LDII untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan sosial serta keumatan. “LDII Kalbar aktivitas utamanya memang dakwah, tetapi karena permasalahan semakin kompleks, pola dakwah juga diperkuat dengan dakwah kontekstual. Harapannya, rasa manfaat dengan hadirnya LDII semakin besar,” ujar Susanto.
Susanto juga mendorong warga LDII menjadi pionir di lingkungan masing-masing melalui profesi dan bidang yang ditekuni. Menurutnya, keteladanan menjadi bagian penting dalam menjalankan dakwah sekaligus menghadirkan manfaat bagi masyarakat. “Jika banyak pionir lahir dari warga LDII, maka peran dan fungsi dakwah akan berjalan. Dakwah yang baik sesungguhnya melalui keteladanan,” katanya.
Ia menambahkan, program kerja hasil Muswil VIII LDII Kalbar akan diarahkan untuk memperkuat kontribusi organisasi, sekaligus mendukung pembangunan dan kerukunan di Kalimantan Barat.















