Makkah (28/4). Kepala Seksi Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKP2JH) dan Jemaah Lansia-Disabilitas PPIH Daker Mekah, Ridwan Siswanto menyoroti fenomena “euforia ibadah” yang memicu banyak jemaah mengabaikan waktu istirahat. Hal itu diungkapkan saat ditemui Tim Media Center Haji di Kantor Urusan Haji (KUH), Makkah, Selasa, (28/4/2026).
“Mengingat cuaca panas yang di Makkah, petugas mengingatkan jemaah agar bijak mengatur ritme ibadah dan tidak memforsir tenaga hingga kurang tidur demi menghindari risiko gangguan kesehatan serius,” ungkapnya.
Menurutnya, perasaan bahwa haji adalah kesempatan sekali seumur hidup membuat jemaah cenderung ingin menghabiskan setiap detik di dalam masjid. “Banyak jemaah fokusnya langsung ibadah begitu sampai di Madinah atau Makkah. Mereka merasa ini momen sekali seumur hidup, jadi fokusnya ibadah terus, digeber. Bahkan ada yang sampai semalaman hingga Tahajud,” ungkapnya.
Dokter spesialis saraf itu menambahkan, semangat yang ini sering kali berbenturan dengan jadwal wajib dari kelompok terbang (kloter). Jika fisik sudah terkuras, jemaah dikhawatirkan tumbang saat harus mengikuti kegiatan lainnya.
Selain kurang tidur, petugas menemukan masalah lain seperti jemaah sengaja mengurangi minum. Banyak jemaah khawatir jika sering minum, mereka akan sering buang air kecil dan repot harus keluar-masuk masjid untuk wudhu kembali.
“Banyak jemaah yang takut wudhu-nya batal. Apalagi kalau sudah di dalam Masjidil Haram, posisi sudah nyaman di shaf depan, tiba-tiba kebelet kan repot. Mencari tempat wudhu itu jauh, belum tentu bisa kembali ke tempat semula karena pintu masjid banyak yang serupa,” ungkap Ridwan.
Padahal, kombinasi antara cuaca panas, kelelahan, dan dehidrasi adalah pemicu utama terjadinya heat stroke. Petugas mengimbau jemaah untuk menerapkan metode minum berkala.
“Sering minum itu berkala setiap lima menit minum dua teguk, sehingga kecukupan cairan dalam tubuhnya itu terjaga,” kata dia.
Petugas berharap jemaah tetap memprioritaskan kesehatan dan menjaga stamina agar tetap dalam kondisi prima hingga puncak haji mendatang.












