Palembang (2/10). DPD LDII Kota Palembang menggelar salat Istisqa di tengah kabut akibat kebakaran ladang dan hutan. Kegiatan diadakan di halaman Pondok Pesantren Al Fatah, Kenten, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (27/9/2026).
Salat tersebut diikuti ratusan jamaah yang terdiri dari warga LDII, pengurus DPW dan DPD, pengelola pesantren, dewan guru, serta santri. Ketua DPW LDII Sumatera Selatan sekaligus Pimpinan Pesantren Al Fatah, KH Rahmatullah Al Hasaniy, mengatakan salat Istisqa menjadi salah satu ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi kemarau dan kabut asap.
“Melalui pelaksanaan sunnah salat Istisqa ini, mudah-mudahan Allah SWT segera memberikan hujan yang membawa manfaat dan keberkahan bagi kita semua,” ujar Rahmatullah.
Ia juga mengajak warga meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta menjaga kesehatan selama musim kemarau. “Salat Istisqa dilaksanakan sebagai ikhtiar dan doa bersama agar Allah SWT menurunkan hujan, menyusul kondisi cuaca yang masih kering serta kabut asap karhutla yang berdampak terhadap kualitas udara di Kota Palembang dan sejumlah wilayah Sumatera Selatan,” ujarnya.
Ia mengimbau warga LDII dan masyarakat sekitar untuk peduli terhadap lingkungan serta menjaga kesehatan selama musim kemarau. Berdasarkan data kualitas udara yang tersedia pada Minggu (27/9/2026), kondisi udara di sejumlah titik pemantauan Kota Palembang masih terdampak partikulat PM2.5.
Kondisi tersebut berkaitan dengan kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah akibat aktivitas karhutla. Sementara itu, berdasarkan data pemantauan hotspot terbaru yang tersedia, pada 26 September 2026 tercatat 622 titik panas di Sumatera Selatan. Dari jumlah tersebut, 322 titik berada di lahan gambut dan 300 titik di lahan mineral. Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 381 titik.
Rahmatullah menambahkan, selain OKI, hotspot juga terdeteksi di Banyuasin, Musi Banyuasin, OKU Selatan, Ogan Ilir dan Muara Enim. “Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ancaman karhutla di Sumatera Selatan masih perlu mendapat perhatian. Asap dari kebakaran lahan juga berpotensi memengaruhi kualitas udara di wilayah perkotaan, termasuk Palembang,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua DPD LDII Kota Palembang, Kisworo, mengatakan selain memperbanyak doa, masyarakat juga perlu melakukan upaya pencegahan agar kondisi lingkungan tidak semakin terdampak selama musim kering.
“Salat Istisqa merupakan bentuk kesungguhan kita bersama memohon kepada Allah agar segera diturunkan hujan yang membawa manfaat. Di samping itu, kita juga perlu menjaga lingkungan,” ujar Kisworo.
Ia mengingatkan warga agar menghindari pembakaran lahan maupun sampah yang dapat memperburuk kondisi udara. “Asap di tengah kekeringan sangat mengganggu. Karena itu, pembakaran lahan maupun sampah perlu dihindari. Semoga hujan segera turun sehingga kondisi udara kembali membaik,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, DPD LDII Kota Palembang mengajak warga memperbanyak doa sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan selama musim kemarau.















