Makkah (27/4). Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menyiapkan layanan transportasi ramah lansia dan disabilitas pada penyelenggaraan ibadah haji 2026. Hal ini sejalan dengan komitmen pelayanan haji yang inklusif dan humanis.
Kabid Transportasi Daker Makkah, Syarif Rahman mengungkapkan, pihaknya menyediakan lebih dari 50 unit bus khusus yang dirancang untuk memudahkan mobilitas jemaah berkebutuhan khusus.
“Bus ini memiliki fasilitas yang dapat diturunkan sehingga pengguna kursi roda tidak perlu diangkat, cukup didorong langsung masuk ke dalam bus,” jelasnya, saat ditemui di ruang kerjanya, Minggu (26/4/2026).
Bus khusus tersebut memiliki kapasitas maksimal 18 orang dan dioperasikan berdasarkan kebutuhan di lapangan, terutama saat pelaksanaan umrah wajib bagi lansia dan disabilitas. Selain itu, sistem operasional transportasi juga dirancang fleksibel mengikuti pergerakan jemaah.
Ia menambahkan, armada ditempatkan di dua titik utama, yakni di terminal dan di kantong parkir dekat hotel, sehingga waktu tunggu jemaah dapat diminimalkan. “Rata-rata waktu tunggu sekitar 15 hingga 20 menit, bahkan bisa lebih cepat saat kondisi normal,” ujarnya.
Menjelang waktu salat, bus akan disiagakan lebih banyak di halte-halte terdekat untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. Koordinasi antarpetugas dilakukan secara real-time guna memastikan distribusi armada tetap seimbang.
Ia juga mengingatkan jemaah untuk selalu membawa kartu rute yang dibagikan sejak pertama tiba di hotel, karena menjadi panduan utama dalam menggunakan layanan transportasi. “Kartu rute ini sangat penting untuk menghindari salah naik bus dan memudahkan jemaah kembali ke hotel,” katanya. (Faqih/ MCH 2026)

