Sumbawa Barat (25/9). Persoalan sampah dapat menjadi bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim jika dikelola secara sistematis dan berkelanjutan. Gagasan tersebut dituangkan Bambang Supriadi dalam suatu penelitian yang meraih Juara I Lomba Penelitian Kategori Eksakta Tingkat Kabupaten Sumbawa Barat 2026.
Penyerahaan penghargaan tersebut dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Graha Fitrah KTC Taliwang, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, pada Senin (21/9/2026). Penelitian berjudul “Estimasi Potensi Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca melalui Implementasi Program Pengelolaan Sampah Sekolah di Kabupaten Sumbawa Barat” itu diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumbawa Barat.
Atas prestasi tersebut, Bambang menerima penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat yang diserahkan Bupati Sumbawa Barat Amar Nurmansyah didampingi Wakil Bupati Sumbawa Barat Hanipah Musyafirin. Melalui kajiannya, Bambang mencoba memperluas sudut pandang terhadap program pengelolaan sampah di sekolah.
Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah tidak cukup diukur dari kebersihan lingkungan, perubahan perilaku, atau berkurangnya volume sampah, tetapi juga dari kontribusinya terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca, “Pengelolaan sampah yang sistematis, terpadu, dan berkelanjutan tidak hanya memberikan manfaat bagi kebersihan lingkungan. Ada aspek sosial, kesehatan, ekonomi, dan ekologi yang juga dapat dikembangkan, termasuk kontribusinya dalam mengurangi emisi gas rumah kaca,” ujar Bambang.
Ia menjelaskan, penelitian tersebut berupaya mengukur potensi pengurangan emisi gas rumah kaca yang dapat dihasilkan melalui penerapan program pengelolaan sampah di lingkungan sekolah. Pendekatan itu sekaligus menempatkan sekolah sebagai salah satu ruang untuk membangun kebiasaan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Prestasi tersebut melanjutkan kiprah Bambang dalam ajang penelitian yang digelar BRIDA Kabupaten Sumbawa Barat. Setiap tahun, ia mengikuti lomba penelitian sebagai ruang untuk menuangkan gagasan, menguji hasil kajian, sekaligus memberikan pemikiran yang dapat mendukung pembangunan daerah.
Selain aktif dalam penelitian, Bambang merupakan pemerhati lingkungan yang terlibat dalam berbagai kegiatan pendidikan lingkungan, pengelolaan sampah, serta pengembangan inovasi lingkungan di Kabupaten Sumbawa Barat. Ia antara lain aktif melalui Komunitas Hijau Biru (KHB).
Bambang juga dipercaya sebagai Ketua DPD LDII Kabupaten Sumbawa Barat dan anggota Biro Litbang, IPTEK, Sumber Daya Alam dan Lingkungan (LISDAL) DPW LDII Provinsi NTB. Keterlibatan tersebut menjadi ruang baginya untuk mengembangkan gagasan di bidang lingkungan, ilmu pengetahuan, dan pembangunan berkelanjutan.
Aktivitas tersebut sejalan dengan semangat Karya, Kontribusi, dan Komunikasi (K3) yang dikembangkan LDII. Karya diwujudkan melalui gagasan dan penelitian, kontribusi diarahkan agar hasilnya memberi manfaat bagi masyarakat dan daerah, sedangkan komunikasi menjadi sarana membangun sinergi dengan berbagai pihak.
Bambang berharap hasil penelitiannya dapat mendorong cara pandang yang lebih luas terhadap persoalan sampah. Menurutnya, sampah bukan semata persoalan kebersihan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan dan upaya mitigasi perubahan iklim di Kabupaten Sumbawa Barat.















