Siak (3/11). Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Lubuk Dalam, KH. Sukron Wahib, mengajak umat Islam rutin menghadiri majelis ilmu. Ia mengingatkan, pengajian menjadi sarana menjaga keimanan, memperdalam pemahaman agama, dan membentuk akhlak mulia.
Ia mengingatkan kebiasaan menjauh dari menuntut ilmu dapat membuat hati semakin sulit menerima nasihat. Pesan tersebut disampaikan dalam Pengajian Rutin Bulanan PC LDII Kecamatan Lubuk Dalam, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan berlangsung di Masjid Nurul Huda, Desa Sialang Baru, Kabupaten Siak, Riau.
KH Sukron yang juga mengasuh Pondok Pesantren Nurul Haq Assalafiyah Lubuk Dalam mengapresiasi konsistensi pengajian di Masjid Nurul Huda, Desa Sialang Baru tersebut. Menurutnya, majelis ilmu menjadi sarana memperkuat keimanan dan memperdalam pemahaman agama. Ia mengingatkan jamaah agar tidak membiarkan kesibukan menghalangi kebiasaan menuntut ilmu.
“Hati dapat mengeras ketika seseorang terlalu lama menjauh dari ulama. Maka marilah kita menjaga kedekatan dengan orang berilmu dan membiasakan diri menerima nasihat keagamaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pengajian membantu umat memahami sekaligus mengamalkan ajaran Islam. Kebiasaan tersebut juga dapat membentuk akhlak dan mempererat hubungan antarsesama. Karena itu, jamaah perlu menjaga istikamah dalam menghadiri majelis ilmu.
Pengajian tersebut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Siak, Tarmijan dan Kepala Desa Sialang Baru, Magnun. Hadir pula Kasi PMK Nasrun, Bhabinkamtibmas Aiptu Turmudi, serta Sekretaris MWCNU Lubuk Dalam Masruri. Kehadiran unsur pemerintah, kepolisian, dan tokoh agama menambah suasana kebersamaan dalam kegiatan tersebut.

Ketua PC LDII Kecamatan Lubuk Dalam, Marsudi, mengapresiasi kehadiran para tamu undangan dan seluruh jamaah. Ia berharap dukungan berbagai pihak semakin memperkuat penyelenggaraan pengajian rutin. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar menambah pengetahuan agama.
Pengajian tersebut juga diharapkan mendorong jamaah menerapkan nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Sinergi dengan pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat perlu terus dijaga.
Melalui pengajian rutin, PC LDII Lubuk Dalam berharap semangat menuntut ilmu semakin tumbuh. Jamaah diharapkan terus memperkuat keimanan, memperbaiki akhlak, dan meningkatkan kepedulian sosial. Dengan demikian, ilmu agama tidak berhenti pada pemahaman, tetapi diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.

